Breaking News:

Wuling

Wuling AJM Virtual Event Ungkap Peluang Perusahaan Swasta Bersinergi dengan Pemkot Semarang

Pemkot Semarang bakal memberikan akses bagi perusahaan swasta yang ingin bersinergi dalam upaya mempertahankan bisnisnya

Tribun Jateng/Angga
Acara penyerahan bantuan 10 ribu masker oleh Wuling Motor untuk Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pemkot Semarang bakal memberikan akses bagi perusahaan swasta yang ingin bersinergi dalam upaya mempertahankan bisnisnya, sekaligus untuk turut serta memutus rantai penularan covid-19 di kota ini.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat melakukan dialog virtual dalam acara Wuling AJM Virtual Event (Wave), Sabtu (24/7). Menurut dia, dukungan perusahaan swasta sangat dibutuhkan di tengah kondisi pandemi covid-19 saat ini.

"Saya tahu diri, teman-teman swasta sedang berat juga. Jadi pada saat mau membantu apa saja kepada pemerintah, kami sudah bersyukur, itu sudah merupakan kontribusi yang luar biasa. Apalagi kalau teman-teman swasta mengatakan kepada kami tidak merumahkan pegawai, tambah keren lagi," katanya.

Dalam acara bertajuk 'Sinergi Pemerintah dan Swasta dalam Melawan Covid-19' itu, PT Automobil Jaya Mandiri (AJM) mengajak Wali Kota Semarang untuk berdiskusi. Hal itu dimaksudkan untuk mengambil sikap atas kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang kini sampai pada level 4.

Dalam kesempatan itu, Hendi meminta kepada perusahaan swasta untuk turut mendukung percepatan program vaksinasi di Kota Semarang. Selain itu juga menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerja.

Ia menyebut, sudah membentuk 12 sentra vaksin dengan dukungan berbagai pihak, di antaranya di Holy Stadium, Sam Poo Kong, beberapa kampus, dan lain-lain. Jika semuanya berjalan rata-rata 16 ribu sampai 20 ribu warga per hari, ia yakin 2 bulan ke depan sudah mencapai target vaksinasi 1,3 juta warga.

"Akan lebih baik lagi jika perusahaan mampu memberikan edukasi dan bantuan kepada lingkungan di sekitar perusahaan. Misalnya, Wuling menerapkan protokol kesehatan, vaksin, dan gaji yang tetap. Selain itu, sedikit gajinya bisa untuk lingkungan sekitar, seperti membagikan gula, beras, atau lain-lain," paparnya.

Selain itu, Hendi menyebut, pihaknya juga membuka keran bagi sektor swasta yang ingin bersinergi dengan pemerintah agar usahanya bisa tetap bertahan di tengah pandemi ini. Misalnya untuk Wuling yakni terkait dengan pengadaan kendaraan Pemkot Semarang.

"Saya sendiri, dua kali ada pengadaan mobil ambulance bukan untuk kepentingan pemkot, tetapi untuk teman-teman partai, dan Alhamdulillah teman-teman yang memakai Wuling tidak ada komplain.

Kalau masalah pemkot, Monggo profesional saja sesuai aturan, menghubungi bagian kelengkapan. Kalau memang spesifikasi dan harganya masuk, bisa mengajukan (program-Red), karena saya merasakan selama covid-19 ini kami punya 15 ambulans mobil dan motor tidak mampu melayani masyarakat, setiap hari penuh. Saya rasa ini peluang buat Wuling," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved