Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Ketika Kincir Air Selamatkan Warga Desa Kutayasa Banjarnegara dari Bencana Kekeringan

Musim kemarau mulanya jadi momok bagi masyarakat di Desa Kutayasa Kecamatan Bawang, Banjarnegara. 

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Musim kemarau mulanya jadi momok bagi masyarakat di Desa Kutayasa Kecamatan Bawang, Banjarnegara

Saat itu sumur atau sumber mata air warga mengering. 

Warga kesulitan mengakses air bersih yang menjadi kebutuhan vital rumah tangga. Warga sampai berburu sumber mata air ke sungai. 

Bagi warga mampu secara ekonomi, kekeringan tak begitu jadi soal. Mereka bisa menyedot air dari sumber mata air yang jauh dengan instalasi mahal.

Tetapi bagi warga miskin, mereka harus meminta air ke tetangga, atau berburu langsung ke sungai. 

Tetapi beberapa tahun terakhir, kehadiran pompa bertenaga air dengan teknologi kincir mampu menjawab persoalan warga. 

Sebuah kincir air berbahan besi dipasang di bawah bendungan sungai desa Kutayasa.

Air yang mengalir deras dari mulut pipa terus menghantam sudu hingga kincir itu berputar. 

Dengan tali karet yang terhubung, perputaran kincir itu mampu menggerakkan mesin pompa.

Alat itu pun otomatis mampu menyedot air bersih dari sumber mata air ke pemukiman warga. 

Menariknya, dengan teknologi itu, air bersih mampu dialirkan ke rumah-rumah warga yang letaknya jauh di atas sungai, hingga sejauh 800 meter. 

"Dapat bantuan anggaran dari pemerintah. Terus kami buat kincir di tukang las."kata Trimo Suroso, Kaur Umum Desa Kutayasa, Selasa (27/7/2021) .(*)

Kehadiran teknologi ini menjadi angin segar bagi warga. Terlebih air adalah kebutuhan vital. Mereka kini tak lagi kekurangan air bersih, bahkan saat musim kemarau tiba. 

Trimo mengatakan, awalnya teknologi ini diragukan warga. Maklum, pompa bertenaga air itu masih asing bagi warga.  Mereka selama ini hanya mengenal mesin pompa bertenaga listrik. 

Sebagian warga selama ini sudah menggunakan mesin pompa untuk menarik air dari sumbernya. Masalahnya, untuk membuat instalasi itu cukup mahal. Warga harus membeli mesin pompa untuk menyedot air bersih. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved