Breaking News:

Berita Karanganyar

33 Gapoktan Terima Suntikan Dana Rp 1,1 Miliar dari Pemkab Karanganyar, Nominal Tidak Sama

33 gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Karanganyar menerima bantuan hibah bidang pertanian total Rp 1,1 miliar. 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Diskominfo Karanganyar
Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan bantuan hibah kepada perwakilan Gapoktan secara simbolis di Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (28/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sebanyak 33 gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Karanganyar menerima bantuan hibah bidang pertanian senilai total Rp 1,1 miliar. 

Bantuan hibah tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada perwakilan Gapoktan di Anthurium Rumah Dinas Bupati pada Rabu (28/7/2021). 

Bantuan bersumber dari dana aspirasi DPRD Karanganyar tersebut nantinya akan digunakan kelompok tani untuk berbagai kegiatan di antaranya, pembelian bibit padi, budidaya tanaman hias, pengembangan pertanian organik, budidaya jamur dan budidaya jahe. 

Sebanyak 33 Gapoktan tersebut berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Karanganyar seperti Kecamatan Kebakkramat, Kerjo, Jenawi, Tawangmangu, Jumantono, Jatiyoso, Tasikmadu dan Jumapolo. 

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Siti Maesyaroh menyampaikan, nominal bantuan dana hibah yang diterima masing-masing Gapoktan berbeda-beda. Ada yang menerima Rp 20 juta, Rp 50 juta dan Rp 70 juta. Bantuan itu disalurkan melalui rekening masing-masing Gapoktan.

Pemberian bantuan hibah di tengah berlangsungnya PPKM diharapkan dapat membantu petani dalam mengembangkan potensi pertanian. 

"Semoga dapat menjadi sarana mengembangkan potensi pertanian dan menambah rejeki mereka," katanya kepada Tribunjateng.com usai acara penyerahan bantuan. 

Dia menjelaskan, Gapoktan yang menerima bantuan ini merupakan kelompok tani yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) di Kementerian Pertanian. Sehingga dapat dipastikan penerima bantuan ini bukan Gapoktan yang baru saja terbentuk. 

"Pengawasannya di lapangan, seminggu mereka harus membuat laporan. Ada tim teknis dan tim monev dengan melibatkan PPL setempat," ucapnya. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved