Breaking News:

Wisata Jateng

Belajar Membatik Langsung dari Ahlinya di Wisata Batik Pati sekaligus Melestarikan Tradisi

Pasangan Tamzis Al Anas (36) dan Yuliati Warno (34) ingin ikut andil dalam melakukan pelestarian dan pengembangan batik lokal di Pati.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Tamzis Al Anas (berbatik) tengah mengajarkan proses pembuatan batik pada pengunjung Wisata Batik Pati. Gambar diambil sebelum pandemi Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Menekuni usaha batik sejak 2007, pasangan Tamzis Al Anas (36) dan Yuliati Warno (34) ingin ikut andil dalam melakukan pelestarian dan pengembangan batik. 

Didorong keinginan ini, pada 2015 mereka kemudian mendirikan Wisata Batik Pati, sebuah wahana wisata edukasi membatik yang beralamat di Jalan Sunan Ngerang RT 7 RW 3, Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

“Bertahun-tahun menekuni batik dengan merek Yuliati Warno Batik, kami melihat semakin jarang orang yang punya keterampilan membatik. Maka, kami membuat sarana edukasi batik. Supaya menarik, kami bingkai dengan wisata,” ucap Tamzis ketika ditemui di Wisata Batik Pati, Selasa (19/11/2019).

Baca juga: Oknum TNI AU Aniaya Pemuda Papua, Ini 6 Pernyataan Sikap Mgr Petrus Canisius Uskup Agung Merauke

Baca juga: Semarang Raya Mendapat Prioritas untuk Mendapat Bantuan Pengisian Oksigen dari Kapal KRI dr Soeharso

Baca juga: BERITA FOTO: KRI dr Soeharso - 990 TNI AL Bantu Isi Oksigen Gratis bagi Warga dan RS di Semarang

Baca juga: 33 Gapoktan Terima Suntikan Dana Rp 1,1 Miliar dari Pemkab Karanganyar, Nominal Tidak Sama

Cukup dengan Rp 15 ribu per orang, di tempat ini para pengunjung bisa mempelajari proses membatik dari awal hingga akhir.

Di sini, dibimbing langsung oleh Tamzis, pengunjung akan mendapat ilmu mulai dari pengenalan batik, membuat gambar pola/motif, mencanting, mewarnai batik, hingga pelorotan dan pembilasan.

Tamzis menjelaskan, di Wisata Batik Pati, pengunjung bisa belajar membuat batik dengan motif apa pun.

Biasanya, ia meminta pengunjung untuk menggambar pola sesuai dengan potensi daerah asal masing-masing pengunjung.

“Misalnya jeruk pamelo, atau biota laut untuk yang dari wilayah pesisir,” ucapnya.

Meski selama ini dikenal sebagai produsen batik bakaran, lanjut Tamzis, ia sebetulnya tidak mengkhususkannya.

Ia bisa melatih pengunjung untuk membuat batik jenis lain sesuai permintaan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved