Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kisah Anak Tukang Las Semarang Hobi Main Game Warnet, Dapat Beasiswa Kuliah Gratis dan Digaji

Sevima merupakan komunitas pendidikan tinggi yang beranggotakan dosen dan civitas akademika terutama di bidang IT se-Indonesia.

istimewa
Prototipe atau purwarupa aplikasi bikinan Zetta dalam talkshow yang diadakan secara virtual. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Zetta Septian Nugroho Adhi, remaja asal Semarang yang awalnya tidak berharap bisa kuliah seperti teman sebayanya, kini bisa tersenyum lebar.

Zetta diumumkan mendapatkan Beasiswa Semesta dari Komunitas Sevima.

Sevima merupakan komunitas pendidikan tinggi yang beranggotakan dosen dan civitas akademika terutama di bidang IT se-Indonesia.

Ia mendapatkan biaya pendidikan alias tidak membayar biaya untuk berkuliah pada jurusan Teknik Informatika (IT) di perguruan tinggi ternama di Surabaya.

Pengumuman beasiswa ini disampaikan melalui talkshow secara virtual yang dihadiri Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan CEO Sevima, Sugianto Halim, Rabu (28/7/2021).

Awal kenggananya tidak ingin kuliah lantaran ia tidak mau membebani sang ayah yang bekerja sebagai tukang las, dengan biaya kuliah yang tinggi.

"Pendapatan ayah tak menentu. Apalagi di masa pandemi ini, penurunan penghasilan sangat terasa. Awalnya, saya ingin langsung kerja, sehingga sebagai anak pertama bisa membantu keluarga," tutur Zetta.

Namun, semangat ingin kuliahnya belum padam. Mengetahui ada informasi terkait beasiswa kuliah gratis, ia pun mendaftar dan mengikuti rangkaian seleksi.

"Saya memang tak sengaja menemukan info Beasiswa Semesta ini. Saya tahu lewat Instagram. Sempat pesimis karena waktu pendaftaran sudah mepet. Pagi isi data, sore terima Surat Keterangan Lulus (SKL) dari sekolah, langsung mendaftar hari itu juga," jelasnya.

Dalam proses seleksi, Zetta sempat kesulitan saat tes Hackathon yakni membuat aplikasi dalam waktu singkat. Aplikasi yang biasa dibuat dalam kurun waktu satu bulan, harus diringkas dalam hitungan jam.

Zetta membuat aplikasi sistem pendaftaran vaksin berbasis website. Aplikasi yang dibuat bernama COVGONE, singkatan dari Covid Gone (covid enyahlah).

"Dengan aplikasi ini, harapannya orang bisa daftar vaksin secara lebih mudah. Fasilitas kesehatan menerima pendaftar juga lebih mudah. Serta ada info rumah sakit rujukan covid yang informasinya update dan terhubung database Kemenkes," tuturnya.

Hasil kerjanya pun menjanjikan, aplikasi sudah dapat beroperasi secara sederhana. Dengan prototipe sistem pendaftaran vaksinasi dalam ujian pemrograman itu, ia berhasil menjadi satu dari lima peraih Beasiswa Semesta.

Tidak hanya bisa berkuliah gratis, anak sulung dari tiga bersaudara ini juga akan mendapatkan kesempatan bekerja dan berkarya  di bidang IT dengan gaji bulanan senilai upah minimum di Surabaya atau sekitar Rp 4 juta.

Remaja kelahiran 8 September 2002 ini mulai mencintai dunia IT dimulai dari hobi bermain gim di warung internet (warnet).
Zetta tidak langsung pulang ke rumah seusai sekolah. Melainkan, mampir ke warnet bersama teman-temannya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved