Berita Semarang
Kisah Anak Tukang Las Semarang Hobi Main Game Warnet, Dapat Beasiswa Kuliah Gratis dan Digaji
Sevima merupakan komunitas pendidikan tinggi yang beranggotakan dosen dan civitas akademika terutama di bidang IT se-Indonesia.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Gim favoritnya yakni Point Blank. Permainan tembak-tembakan online yang cukup terkenal pada 2010-an. Setiap harinya, ia rela mengirit jajan di sekolah supaya bisa main gim di warnet.
Kecintaannya bermain gim di warnet kemudian membuatnya tertarik belajar membuat gim di komputer. Karenanya, dia harus belajar pemrograman. Ia pun masuk jurusan pemrograman di SMKN 8 Semarang.
"Dari bermain gim, saya tertarik untuk menjadi developer. Ternyata developer itu harus bisa pemrograman, untuk itu saya sekolah di SMK dan banyak belajar tentang pemrograman," terangnya.
Sang ayah, Joni Christiono bekerja sebagai tukang las. Sedangkan ibu, Ester Yuliani membuka jasa binatu kecil-kecilan di rumahnya.
Untuk membantu perekonomian keluarga, Zetta kerap menggunakan keahliannya di bidang IT dengan mengambil pekerjaan lepas. Semisal membuat website sekolah atau pun ikut lomba.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan, sudah saatnya bagi Semarang dan Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton saja dalam perkembangan teknologi komputer.
Dengan semakin bertumbuhnya industri teknologi informasi, talenta-talenta hebat dari Indonesia, termasuk Zetta harus terlibat dan memenangkan kompetisi di industri IT.
"Menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Terlebih Indonesia adalah market pelaku industri teknologi informasi. Ini sebuah keniscayaan. Kita harus terlibat!" ujarnya.
Menurutnya, Beasiswa Semesta dari Sevima mendukung upaya agar Indonesia tak kekurangan bibit muda dengan potensi luar biasa di bidang teknologi informasi.
"Untuk itu, saya ucapkan selamat kepada Mas Zetta dari Semarang. Terus semangat mengejar mimpi-mimpi, menyukseskan bertumbuhnya industri teknologi di Semarang dan Indonesia," imbuhnya.
CEO Sevima, Sugianto Halim menuturkan, selain berkuliah Zetta juga memperoleh kontrak kerja di bidang IT dan gaji bulanan.
"Dengan harapan para peraih Beasiswa Semesta ini setelah lulus kuliah, memiliki keterampilan yang lengkap, baik secara teori maupun praktik di industri IT," katanya.
Beasiswa Semesta ini sudah kali ketiga digelar Sevima. Diluncurkan kembali pada Mei 2021 bersama Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).(mam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anak-tukang-las-semarang-beasiswa.jpg)