Breaking News:

Berita Pati

Warga Pati Ini Sulap Limbah Logam jadi Aneka Aksesoris Interior Estetik

Lilik Teguh Prasetya (52) warga Desa Pajeksan, Kecamatan Juwana, memanfaatkan aneka limbah besi atau logam menjadi berbagai ornamen aksesoris interior

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Lilik Teguh Prasetya (52), warga Desa Pajeksan, Kecamatan Juwana, memanfaatkan aneka limbah besi atau logam menjadi berbagai ornamen aksesoris interior.

Benda-benda logam limbah bengkel seperti rantai, pelek, busi, setang piston/seher, kawat, per, mur, dan baut, bisa dia “sulap” menjadi pajangan estetik berbentuk orang-orangan, kap dan dudukan lampu, miniatur mobil dan motor, miniatur hewan, bahkan papan dan buah catur.

Hasil karya Lilik yang dilabeli “Opal Craft” ini terpajang rapi di showroom Mahya Craft, Jalan Penjawi nomor 57 Pati. Adapun produksinya dilakukan di Jalan Pajeksan nomor 121, Juwana.

Lilik menjelaskan, dia mulai menekuni usaha kerajinan pada 1996 lalu. Sebelum membuat produk daur ulang limbah besi, dia hanya memproduksi kap dan tempat lampu. Baru empat tahun belakangan dia membuat kerajinan daur ulang logam.

“Ide awalnya muncul saat saya lihat banyak barang dari limbah besi tidak terpakai. Kami coba untuk bikin sesuatu yang bernilai tinggi. Di Juwana, di depan rumah kebetulan ada bengkel, limbahnya banyak tidak bermanfaat. Lagipula saya bergerak di bidang kerajinan jadi tidak ada salahnya kami buat sesuatu untuk dekorasi rumah,” kata dia saat diwawancarai Tribunjateng.com di showroom Mahya Craft, Selasa (27/7/2021).

Untuk mendapatkan suplai bahan-bahan limbah logam, Lilik kemudian bekerja sama dengan sejumlah pemulung yang mengumpulkan limbah dari bengkel-bengkel.

Lilik menyebut, ketika awal menekuni kerajinan daur ulang besi, dalam menentukan bentuk ornamen, dia terinspirasi kearifan lokal. Karena itu dia membuat kreasi orang-orangan berbentuk penjual nasi gandul yang membawa pikulan, penjual dawet, dan sebagainya.

Adapun dalam perkembangannya, pembeli bisa meminta desain sesuai keinginan. Tentu disesuaikan dengan bahan yang ada.

“Kami juga buat kerajinan rajutan kawat. Kebanyakan bentuk-bentuk hewan, di antaranya gajah, macan, kura-kura, ikan, dan bebek. Kalau ukurannya besar, kami juga pakai kawat baru. Kalau yang kecil campuran bahan bekas dan baru,” jelas dia.

Lilik menjual produk-produk kreasinya dengan harga mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, bergantung model dan tingkat kesulitan pembuatannya.

“Kebanyakan orderan datang dari luar Pati. Kami juga suplai ke Jogja, untuk diteruskan ekspor ke Eropa. Selain itu pembeli saya juga dari Bali, Surabaya, Jakarta, dan Jepara,” ungkap dia.

Sebelum pandemi, dengan bantuan 30-an pengrajin, per bulan Lilik bisa memproduksi antara 350 sampai 400 buah aksesoris interior dari limbah logam. Adapun setelah pandemi, permintaan menurun sampai 70 persen. Dia pun terpaksa mengurangi pegawai, dan saat ini hanya tersisa 14 orang pengrajin.

Karena permintaan produk daur ulang menurun, mereka kini lebih banyak memproduksi kap lampu. Selain itu juga lini kerajinan milik lilik lainnya, yakni batik dengan pewarna alami.

Katalog berikut daftar harga hasil karya Lilik bisa dilihat di akun Instagram @opalcraft atau tautan bit.ly/katalogopal. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved