Olimpiade 2020
Bonus Atlet Indonesia Peraih Medali Olimpiade Melimpah Ruah, Tapi Masih Kalah Sama Negara Kecil Ini
Bonus Atlet Indonesia Peraih Medali Olimpiade Melimpah Ruah, Tapi Masih Kalah Sama Negara Kecil Ini
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: abduh imanulhaq
Bonus Atlet Indonesia Peraih Medali Olimpiade Melimpah Ruah, Tapi Masih Kalah Sama Negara Kecil Ini
Baca Artikel Lainnya tentang Olimpiade 2021 di Sini
TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah Indonesia akan memberikan bonus melimpah ruah bagi atlet yang pulang membawa medali di Olimpiade Tokyo 2021.
Tercatat, sejauh ini ada tiga atlet yang sudah meraih medali untuk Indonesia.
Mereka adalah Eko Yuli Irawan (perak), Windy Cantika Aisah (perunggu) dan Rahmat Erwin Abdullah (perunggu).
Ketiganya sama-sama berasal dari cabang olahraga angkat besi di Olimpiade Tokyo 2021.
Baca juga: Kisah Hidilyn Diaz, Peraih Medali Emas Pertama untuk Filipina Sepanjang Sejarah Olimpiade
Baca juga: Rashford Manchester United Absen Hingga Oktober, Jadi Kesempatan 4 Pemain Ini Cari Panggung
Baca juga: Hasil Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2021, The Daddies Gagal ke Final Setelah Kalah Melawan Taiwan
Baca juga: Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Diizinkan Lepas Masker 30 Detik saat Berfoto Medali
Jumlah bonus yang diberikan kepada atlet Indonesia kali ini sama dengan jumlah yang didapat di Olimpiade Rio 2016.
Meski sama dengan empat tahun lalu, namun jumlah tersebut dirasa cukup relevan. Apalagi uang hadiah yang didapat atlet Indonesia kali ini merupakan kedua tertinggi di dunia.
Indonesia hanya kalah dari Singapura yang berani memberikan bonus lebih banyak atau terbesar di dunia.
Meski demikian, atlet Filipina diperkirakan mendapat bonus lebih banyak dari atlet Indonesia. Besarnya jumlah bonus tersebut bukan berasal dari uang pemerintah Filipina, melainkan dari donatur dan politisi di negeri tersebut.
Pemerintah dan pebisnis top Filipina minggu ini mengerahkan jumlah yang lebih tinggi bagi atlet angkat besi mereka Hidilyn Diaz.
Sebelum ini, Kemenpora memastikan bahwa bonus bagi para peraih medali Olimpiade di Indonesia tetap sama dengan di Rio 2016.
Nilai nominal tersebut dianggap masih relevan karena tertinggi kedua di dunia setelah negara kecil Singapura dan diakui negara lain cukup besar.
"Bonus masih sama (dengan Olimpiade Rio 2016). Tidak ada perubahan. Emas Rp 5 miliar, perak Rp 2 miliar, dan perunggu Rp 1 miliar," kata Sesmenpora Gatot S Dewa Broto pada awal Juli.
"Kami tidak ingin jor-joran, bukan karena faktor pandemi. Angka Rp 5 miliar menurut kami masih relevan diterima atlet saat ini," ucap Gatot, menambahkan ketika itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/update-klasemen-olimpiade-tokyo-2021-medali-angkat-besi-dari-eko-yuli-dongkrak-posisi-indonesia.jpg)