Breaking News:

Universitas Ivet Semarang

Prodi Pendidikan Matematika Universitas Ivet Gelar Kuliah Daring Undang Dosen Tamu

Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Ivet (Unisvet) adakan kuliah Dosen tamu secara daring.

Editor: abduh imanulhaq
UNIVERSITAS IVET
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ivet Akhmad Nayazik memberikan sambutan sekaligus membuka perkuliahan dosen tamu secara daring 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Ivet (Unisvet) mengadakan kuliah dosen tamu secara daring melalui Zoom, Senin (26/7/2021).

Hadir dosen Universitas Jember Dr Erfan Yudianto MPd yang mengusung tema Upaya Memaksimalkan Pembelajaran Matematika dengan Metode Van Hiele pada Pembelajaran.

Kegiatan tersebut dibuka Ketua Prodi Pendidikan Matematika Akhmad Nayazik MPd.

Dia menjelaskan perkuliahan dosen tamu ini sebagai upaya pemberian ilmu pengetahuan yang luas tentang mata kuliah yang ada di Program Studi Matematika.

"Dihadirkannya pakar ilmu matematika secara luas harapanya agar kelak mahasiswa dapat memahami tingkat perkembangan pada siswa yang akan dibimbing. Sehingga mempermudah dalam mengarahkan siswa dengan cara yang lebih efisien,” ujarnya.

Akhmad Nazayik menambahkan peserta yang mengikuti kegiatan perkuliahan ini tidak hanya mahasiswa Universitas Ivet saja.

"Dari data yang kami peroleh melalui absensi, ada peserta dari kampus lain di antaranya Universitas Papua, IAIN Salatiga, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan STKIP Budidaya Binjai. Kami sangat senang sekali atas kedatangan beberapa mahasiswa dan dosen Pendidikan Matematika dari perguruan tinggi lain di acara perkuliahan daring kami. Harapannya dengan hadirnya para peserta ini juga bisa mengenalkan Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ivet dengan luas," imbuhnya.

Dia menjelaskan materi yang disampaikan narasumber sangat dibutuhkan.

Pasalnya, belajar geometri saat ini lebih diterapkan pada teorema-teorema Van Hiele saja.

"Padahal bisa menggunakan bidang lain seperti contohnya dengan program etnomatematika. Kemudian proses berfikir, pengembangan memakai test, dan topik lain yang relevan dengan Perkembangan Van Hiele," terangnya.

Dr Erfan Yudianto menjelaskan ada tingkat perkembangan pembelajaran dalam metode Van Hiele yaitu Visualisasi (mengenal bentuk geometri), Analisis (mengenal sifat geometri), Deduksi Informal (memahami sifat geometri), dan Deduksi (menyusun bukti pada geometri).

“Sesuatu hal yang telah diteliti orang lain, masih bisa kita teliti. Semakin tinggi tingkatan pada siswa, semakin kecil kemampuan dalam hal spesifikasinya," ujar dosen Universitas Jember tersebut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved