Hendrar Prihadi
Pemkot Semarang Kombinasikan Vaksin Sekaligus Penyaluran BST
Pemerintah Kota Semarang mengombinasikan program vaksinasi dengan penyaluran bantuan sosial tunai (BST).
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang mengombinasikan program vaksinasi dengan penyaluran bantuan sosial tunai (BST).
Penerima manfaat yang belum divaksin diarahkan untuk mengikuti vaksinasi terlebih dulu.
Hal itu sebagai upaya percepatan program vaksinasi.
Di sisi lain, stok vaksin di Kota Semarang tengah menipis.
Oleh karena itu, kombinasi program antara BST dan vaksinasi harus menyesuaikan kondisi.
Jika dipaksakan, dikhawatirkan target penyaluran BST tak segera selesai.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Muthohar, Minggu (1/8).
"Itu kondisional. Dalam artian, misalkan bisa vaksin ya vaksin, kalau tidak bisa ya tidak usah dengan pertimbangan vaksin perlu persediaan. Bila menunggu vaksin nanti targetnya tidak selesai," ujar Muthohar.
Dia memastikan, penyaluran BST tetap berjalan seperti biasa.
Progres penyaluran BST sudah mencapai 70 persen dari total 102.543 keluarga penerima manfaat (KPM).
"Ini masih terus berjalan. Insya Allah sudah hampir selesai," sambungnya.
Ia menerangkan, masing-masing KPM menerima Rp 300 ribu per bulan.
Pencairan kali ini dilakukan untuk dua periode Mei-Juni.
Dengan dmikian, masing-masing KPM menerima Rp 600 ribu.
Bantuan Beras
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/walikota-semarang-hendrar-prihadi-654.jpg)