Breaking News:

KKN

Jamu Masih Jadi Andalan Masyarakat Indonesia

Ini program KKN kedua saya bersama Rose. Yang pertama sosialisasi di 11 Posyandu. Tapi karena sedang pandemi jadi tiap RT dibatasi maksimal dua mahasi

Editor: abduh imanulhaq
IST
Warga RT 6 RW 7 Perumahan Gedawang Permai 2, Banyumanik, Kota Semarang menanam toga. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di masa pandemi ini, banyak warga Indonesia yang membuat jamu demi meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain berbelanja bahan jamu di pasar, beberapa warga juga secara mandiri memanen bahan jamu dari tanaman herbal yang ada di sekitar rumah.

Melihat antusias warga yang gemar mengonsumsi jamu, mahasiswa Kedokteran Gigi Undip, Mega Resinta Dewi (21) membantu warga RT 6 RW 7 Perumahan Gedawang Permai 2, Banyumanik, Kota Semarang menanam toga.

Hal itu sekaligus menjadi program KKN yang dijalaninnya bersama Rosemerry Fatmawati (21), mahasiswa Teknik Industri Undip. 

Kedua mahasiswa ini mengajak belasan ibu-ibu PKK RT 6 untuk gotong royong menanam toga.

Tak hanya membantu mencarikan tanaman obat, ia dan kawannya pun juga turut serta membantu menanamnya.

"Ini program KKN kedua saya bersama Rose. Yang pertama sosialisasi di 11 Posyandu. Tapi karena sedang pandemi jadi tiap RT dibatasi maksimal dua mahasiswa. Sebelumnya saya survei dulu untuk menyesuaikan program yang dibutuhkan warga. Setelah ngobrol dengan pak RT ternyata ada lahan kosong dan bisa dimanfaatkan untuk tanaman toga," ujarnya, Minggu (1/8/2021).

Beberapa jenis tanaman obat yang ditanamnya bersama warga RT 6 adalah jahe merah, jeruk purut, pegagan, lidah buaya, kunyit, serai, kunci, dan sayuran.

Ia berharap tanaman tersebut bisa bermanfaat untuk warga di masa pandemi ini.

"Ini kan kebetulan sedang pandemi. Jadi tanaman-tanaman ini juga nanti bisa diolah jadi jamu maupun bumbu dapur. Saya berharapnya akan terus dirawat sehingga bisa memberikan manfaat," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved