Berita Boyolali

Selama PPKM Darurat Angka Kriminalitas di Boyolali Turun, Tapi Muncul Penipuan Penjualan Alkes

Penerapan PPKM Darurat tidak hanya mengurangi mobilitas masyarakat, juga efektif menurunkan angka kriminalitas di Boyolali. Kaur Bin Ops (KBO) sekalig

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: m nur huda
net
Ilustrasi kejahatan 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Penerapan PPKM Darurat tidak hanya mengurangi mobilitas masyarakat, juga efektif menurunkan angka kriminalitas di Boyolali

Kaur Bin Ops (KBO) sekaligus Ketua Tim Sapu Jagad Satreskrim Polres Boyolali, Iptu Wikan Sri Kadiyono menjelaskan, sejak penerapan PPKM ada 37 kasus kriminalitas yang terjadi. 

Menurutnya, selama penerapan PPKM, angka kriminalistas di Boyolali cenderung menurun. 

Meski masih ada, kebanyakan didominasi kasus pencurian ringan. 

Dia menjabarkan, rata-rata kasus kriminalitas di Boyolali berkisar 30 kasus per bulan. 

"Pada Juni 2021, angka kriminalitas mencapai 32 kasus yang didominasi pencurian ringan dan pencurian dengan pemberatan," ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (1/8/2021). 

Data yang dia rekap, sejak diterapkan PPKM pada Juli angka kriminalitas turun menjadi 27 kasus dan ada beberapa kasus pencurian motor.  

"Untuk jumlah kasus mengalami penurunan walaupun masih ada. Kebanyakan masih kasus pencurian ringan dan pencurian dengan pemberatan," terangnya. 

Dia mengaku, penerapan PPKM mampu menekan angka kriminalitas karena banyak jalan yang di tutup. 

Sehingga menurutnya, pelaku perjalanan dari luar kota sangat berkurang. Selain itu angka keramaian yang rawan kriminalitas juga turun.  

Namun, di sisi lain, pihaknya mengingatkan agar masyarakat tetap waspada meski angka kriminalitas turun. 

"Terutama penipuan jual beli alat kesehatan (alkes, red)," jelasnya. 

Dia mengatakan, sudah ada beberapa aduan masuk terkait penipuan alat kesehatan (alkes) di Boyolali.

"Modus yang digunakan itu menjual alkes secara online. Ketika diorder dan dibayar, barang tidak sampai," tuturnya. 

Dia menjabarkan, sudah ada beberapa yang konsultasi dan membuat aduan saja, tidak melapor. 

"Mungkin karena angka kerugian tidak terlalu besar," terangnya.  

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk waspada pada penipuan dengan modus meminta sumbangan covid-19. 

"Kami imbau agar masyarakat tetap waspada dalam situasi pandemi ini. Terutama terkait penipuan-penipuan yang marak terjadi," terangnya. 

"Terkait penjualan alkes, juga pihak-pihak yang mengatasnamakan instansi meminta sumbangan covid dan lainnya," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved