Berita Karanganyar
Putus Mata Rantai Covid-19 dari Kontak Erat, Gedung Wanita Karangayar Jadi Tempat Isolasi Terpusat
Kalakhar BPBD Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto menyampaikan, gedung ini dapat menampung sebanyak 150 orang
Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyiapkan Gedung Wanita sebagai tempat isolasi terpusat pasien positif Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dari kluster kontak erat keluarga.
Dari pantauan di lokasi, terlihat para pekerja sedang sibuk membersihkan area dalam gedung dan sebagian pekerja melakukan penataan di luar gedung. Di luar gedung juga sudah didirikan tenda milik BPBD Karanganyar. Kasur yang nantinya digunakan warga isoman juga sudah disediakan.
Kalakhar BPBD Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto menyampaikan, gedung ini dapat menampung sebanyak 150 orang.
Selain Gedung Wanita, Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat ini juga masih melakukan tinjauan ke dua lokasi sebagai tempat isolasi terpusat yang berada di Kecamatan Jaten dan Colomadu.
"Dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan investasi memang ketersediaan isolasi terpusat harus ditindaklanjuti segera untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tingkat isolasi mandiri karena potensi terbesar penyebaran," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (3/8/2021).
Sebelumnya Pemkab Karanganyar juga telah menyediakan tempat isolasi terpusat di BLK Karangpandan. Berdasarkan informasi yang dihimpun tercatat ada 47 orang yang kini menjalani isolasi mandiri di tempat tersebut.
Sundoro menjelaskan, apabila warga terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status OTG dari satu kabupaten ditempatkan di BLK Karangpandan tentu lokasinya tidak mampu menampung.
Sehingga Pemkab Karanganyar menyediakan tempat isolasi terpusat di beberapa titik seperti di Gedung Wanita, Kecamatan Jaten dan Kecamatan Colomadu.
"Wacana dan saat ini dikerjakan di Gedung Wanita, kapasitas 150 orang. Saat ini Bupati juga meninjau lokasi lain di Jaten dan Colomadu," ungkapnya.
Seperti halnya di BLK Karangpandan, warga yang menjalani isolasi mandiri di Gedung Wanita merupakan warga terkonfirmasi positif Covid-19 berstatus OTG dan mengalami kendala terkait tempat isolasi mandiri.
Menurutnya dengan adanya tempat isolasi terpusat yang tersebar di beberapa titik dapat mendekatkan warga dengan tempat tinggal mereka. Lebih lanjut, anggaran untuk penyediaan tempat isolasi terpusat ini bersumber dari Bantuan Tidak Terduga (BTT).
Dia mengungkapkan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan direncanakan akan meninjau tempat isolasi terpusat di wilayah Solo Raya dalam waktu dekat.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Warsito mengatakan, ada 12 petugas yang akan bertugas memantau kondisi warga isoman selama 10 hari.
Selain disediakan logistik dan multivitamin, dinas juga telah menyediakan 10 tabung oksigen di Gedung Wanita. Bahkan apabila ada warga yang ternyata perlu penanganan khusus, dinas telah menyiapkan rujukan di RSUD Karanganyar.
"Isolasi terpusat bukan rumah sakit darurat, beda pelayanan. Di sini hanya memantau kondisi, tidak ada pelayanan kesehatan," jelasnya.
Berdasarkan data dari DKK Karanganyar, tercatat ada 1.156 kasus aktif positif Covid-19 pada Senin (2/8/2021). Dari jumlah itu 279 menjalani rawat inap dan 877 menjalani isolasi mandiri. (Ais).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pekerja-melakukan-perb2021-siang.jpg)