Olimpiade Tokyo 2020
Kisah Apriyani Kecil Dibuatkan Raket Kayu hingga Sukses Meraih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2021
Sering teriak di lapangan untuk membangkitkan semangat tanding sekaligus membuat mental lawan down.
Apriyani kemudian bergabung dengan klub PB Pelita Bakrie binaan legenda bulu tangkis Tanah Air, Icuk Sugiarto, di kawasan Kosambi, Jakarta Barat, 2011.
Masuk Pelatnas
Hal tersebut dilakukan demi mengasah kemampuannya untuk menjadi pebulu tangkis profesional. Apriyani sendiri dibawa oleh Akib Ras, salah seorang pegawai kantor perwakilan Konawe ke Jakarta, untuk bergabung dengan PB Pelita Bakrie. Dia sempat mendapat penolakan, tapi dengan usaha Akib, Icuk Sugiarto akhirnya mau menerima Ani.
Pada tahun 2017, Apriyani yang hanya bermodalkan sebuah raket dan mengantongi uang Rp 200.000 mendatangi pelatih Eng Hian untuk berlatih di Pelatnas Cipayung, Jakarta. Sejak saat itu, Apriyani mulai bermain di level senior dan diduetkan dengan Greysia Polii.
"Cuma Apri yang datang ke saya waktu masuk pelatnas, dia datang dengan cuma punya raket dan uang Rp 200.000 di tangan," kata Eng Hian usai Greysia/Apriyani menjadi juara Daihatsu Indonesia Masters 2020.
"Dia bilang dia mau jadi juara, terserah Koh Didi mau kasih program apa, saya siap."
Apriyani Rahayu kemudian terus menunjukkan kegigihannya meski sudah meraih berbagai prestasi di tingkat senior. "Itu dibuktikan sama dia, saat masih punya duit sampai sekarang sih tidak ada yang berubah, dari segi latihan dan kemauan masih sama," ujar Eng Hian melanjutkan.
Eng Hian sendiri memiliki harapan yang begitu besar kepada Apriyani dan Greysia agar bisa meraih prestasi tertinggi, yakni Olimpiade.
"Harapan saya, mereka tidak puas begitu saja, perjuangan belum selesai. Setelah tanding, saya enggak sampaikan apa-apa karena memang setelah juara ya mulai dari nol lagi," katanya saat itu. "Target utama mereka kan lebih dari ini. Dalam hati tentu saya bangga sama mereka, luar biasa," tandasnya.
Cetak sejarah
Greysia Polii/Apriyani mencetak sejarah. Mereka menjadi ganda putri Indonesia pertama yang menyabet medali emas Olimpiade. Grey-Up taklukkan ganda putri China unggulan kedua Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dengan skor 21-19, 21-15. Dengan prestasi tersebut, koleksi poin Greysia/Apriyani di peringkat dunia ganda putri bertambah signifikan.
Greysia/Apriyani mendapat tambahan 13.000 poin yang akan dimasukkan ke dalam akumulasi 10 poin terbanyak mereka dalam periode yang sudah ditentukan BWF. Mereka saat ini masih menduduki peringkat ke 6 dunia. Poin mereka bertambah dari 83.115 poin menjadi 89.695. (kompas.com)