Vaksinasi Corona
KSPI dan Kadin Dorong Pengusaha Gelar Vaksinasi Setidaknya untuk Para Buruh
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus mendorong pengusaha untuk ikut membantu target capaian vaksinasi virus corona pemerintah.
TRIBUNJATENG.COM, JABAR - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus mendorong pengusaha untuk ikut membantu target capaian vaksinasi virus corona pemerintah.
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan para pengusaha bisa membantu dengan cara menggelar vaksinasi gratis setidaknya untuk para karyawannya sendiri.
Ia menyebut vaksinasi adalah salah satu cara untuk kembali menggeliatkan perekonomian di Indonesia.
Arsjad meyakini ada dua hal yang harus terus dilakukan, untuk menanggulangi Pandemi Covid 19.
Baca juga: Cara Pendaftaran Vaksin Covid-19 Bagi Masyarakat yang Belum Memiliki NIK
Baca juga: Sempat Kehabisan Stok, Kini Dinkes Jepara Dapat Tambahan 10.000 Dosis Vaksin
Baca juga: Dinkes Kota Semarang Masih Tunggu Vaksin Moderna untuk Booster Para Nakes
Baca juga: Sentra Vaksin Kota Semarang Kehabisan Vaksin, Kapan Datang Lagi?
Keduanya adalah vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan.
"Jadi dua senjata itu yang bisa membuat kita menang melawan pandemi ini. Selain itu kita juga harus bersatu, bergotong royong sebagai bangsa Indonesia untuk menghadapi semua ini," ujar Arsjad Rasjid dalam sambutannya di acara vaksinasi yang digelar di pabrik Epson Indonesia, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/8/2021).
Vaksinasi hari ini, dilakukan terhadap 1000 orang karyawan Epson Indonesia.
Vaksinasi tersebut merupakan hasil kerjasama antara Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Polri yang mewakili pemerintah, dengan biaya ditanggung oleh Epson Indonesia.
Sebelumnya, Epson sudah memvaksin sebanyak 3856 karyawannya menggunakan vaksin Gotong Royong, yang merupakan hasil kerjasama dengan Kadin Indonesia.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa Pandemi Covid 19, telah menyebabkan masalah kesehatan dan masalah ekonomi.
Kata dia, kedua masalah itu harus ditanggulangi, antara lain dengan menjaga protokol kesehatan.
"Disiplin memakai masker, pengaturan terkait menjaga jarak, kemudian pengaturan terkait dengan kegiatan pekerjaan di sektor sektor tertentu dengan membatasi jumlah, dan tentunya salah satu strategi yang saat ini kita sedang akselerasi adalah vaksinasi," ujarnya.
Kapolri mengatakan, bahwa buruh adalah salah satu kelompok yang harus diselamatkan.
Pasalnya, buruh adalah tulang punggung dari perekonomian negara.
Baca juga: Vaksin Moderna Dipersiapkan Khusus untuk Ibu Hamil di Banyumas, Total Ada 6.000 Dosis
Baca juga: Telat Vaksinasi Dosis Kedua Tak Pengaruhi Efektivitas Vaksin Benarkah?
Baca juga: Bagaimana Jika Suntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Terlambat? Bisakah Suntik di Tempat Berbeda?
"Kita tahu bahwa penghasil utama pemasukan untuk negara itu ekspor, dan kawa-kawan buruh banyak terlibat dalam kegiatan ini, Oleh karena itu, kawan-kawan buruh sebagai pahlawan devisa, harus kita jaga," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/vaksinasi-buruh-di-bekasi-yang-digelar-kspi-dan-kadin-dan-polri.jpg)