Breaking News:

WAWANCARA

WAWANCARA Hamid Awaluddin Sebut Penyebar Berita Bohong Bisa Dipidanakan

Mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Prof Hamid Awaluddin menegaskan penyebar berita bohong sumbangan Rp 2 triliun

serambinews
Hamid Awaluddin 

TRIBUNJATENG.COM -- Mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Prof Hamid Awaluddin menegaskan penyebar berita bohong sumbangan Rp 2 triliun yang membuat heboh negeri dapat dipidana.

Janji dana hibah dari keluarga pengusaha Akidi Tio ini urung dapat dibuktikan dan sampai hari ini masyarakat masih bertanya-tanya terkait keberadaan uang tersebut.

"Barang siapa yang menebar berita bohong dan membuat kehebohan bisa dipidana. Kalau saya cenderung menggunakan pidana memberikan jarak bagi orang yang suka sesumbar menebar janji ke publik. Jangan dibiarkan," ucap Hamid dalam wawancara dengan Tribun Network, Selasa (3/8).

Berikut hasil wawancaranya:

Ada unsur keyakinan bahwa uang Rp2 triliun tersebut ada?

Saya tidak sejauh itu. Saya hanya mengatakan dalam keadaan simpang siur seperti ini mestinya aparat negara kita koordinasinya lebih baik supaya tidak menimbulkan persangkaan dan pemikiran atau penafsiran liar tentang masalah yang sedang terjadi.

Apakah mungkin seorang ahli waris mencairkan satu uang di bank atas nama ayahnya yang sudah 12 tahun meninggal?

Disitulah dugaan pertama kita sumbangan ini tidak masuk akal. Pertama almarhum pemiliknya meninggal 2009 dan punya 7 anak. Dan kenapa hanya satu yang tampil?

Yang namanya ahli waris seharusnya dibagi ke seluruh anaknya. Pertanyaan hukumnya adalah apakah putrinya yang ikut mendeklarasikan uang sumbangan itu sudah mendapat persetujuan dari anak-anak lainnya atau tidak? Kalau tidak, ya tidak sah kalau memang ada warisan.

Kedua, kalau dia mendapatkan mandat dari saudara lainnya maka mandat tersebut datang dari mana? Karena akan menimbulkan persoalan perdata ke depan. Dia umumkan mau dipakai Rp2 triliun untuk sumbangan kemudian saudara yang lainnya muncul mempersoalkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved