Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PPKM Level 4

Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Pulau Jawa Sumbang PDB Terbesar, BENARKAH?

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur dari Produk Domestik Bruto (PDB)

SHUTTERSTOCK Via Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur dari Produk Domestik Bruto (PDB) di triwulan II 2021 melesat mencapai 7,07 persen year on year (YoY).

"Perekonomian Indonesia triwulan II 2021 dibandingkan 2020 tumbuh 7,07 persen. Sedangkan secara kumulatif artinya dari Januari-Juni 2021 terhadap Januari-Juni 2020 perekonomian Indonesia tumbuh 3,31 persen," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers daring, Kamis (5/8).

Kondisi ini membuat Indonesia keluar dari resesi setelah pada kuartal I 2021 masih tumbuh minus 0,74 persen. Margo menjelaskan, indikator perbaikan ekonomi di triwulan II 2021 karena faktor mobilitas masyarakat yang mulai dilonggarkan seiring dengan kasus Covid-19 terkendali di kisaran April-Juni 2021.

Menurutnya, kasus positif harian ini pada kuartal kedua tahun ini cenderung lebih rendah dibandingkan kuartal I 2021.

"Kondisi tersebut meningkatkan kepercayaan diri masyarakat sehingga berbagai indikator menunjukkan perbaikan misalnya penerbangan domestik, angkutan laut, serta transportasi darat," tutur Margo.

Peningkatan moda transportasi juga mendorong sektor pariwisata khususnya pariwisata domestik. Margo menjelaskan bahwa sektor pariwisata memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.

"Ini karena berkaitan dengan supply chain seperti akomodasi perhotelan, dan lain sebagainya," tukasnya.

Adapun indikator lain dalam catatan peristiwa triwulan 2 2021 yakni peningkatan konsumsi masyarakat dan investasi. BPS mencatat penjualan sepeda motor dan mobil meningkat tajam posisi kuartal II 2021 dibandingkan 2020.

"Sepeda motor tumbuhnya 268,64 persen sedangkan volume penjualan mobil di Q2 2021 dibandingkan 2020 tumbuh luar biasa 758,68 persen," kata Margo.

BPS juga mencatat konsumsi pemerintah pada triwulan II 2021 tumbuh sebesar 8,06 persen year-on-year.Margo Yuwono menyampaikan pertumbuhan ini karena adanya peningkatan realisasi barang dan jasa serta belanja pegawai.

"Belanja barang dan jasa meningkat cukup tajam 82,10 persen sedangkan belanja pegawai menggunakan APBN naik sebesar 19,79 persen," ucap Margo.

Ia menerangkan lebih rinci lagi bahwa kenaikan konsumsi pemerintah baik pengeluaran kolektif maupun individu ini dipengaruhi berbagai program penanganan pandemi Covid-19.

"Konsumsi tersebut meliputi pelaksanaan vaksinasi, pengadaan alat uji medis, penyemprotan disinfektan, testing dan tracing, hingga program kegiatan lainnya," terangnya.

Margo menambahkan kenaikan realisasi belanja pemerintah juga dipicu belanja modal sebesar 45,56 persen sehingga meningkatkan investasi dan konsumsi di masyarakat. Belanja modal pemerintah ini digunakan penyediaan sarana dan prasarana khusus untuk menangani Covid-19. "Jadi bisa disimpulkan di triwulan II 2021 konsumsi pemerintah memberikan andil di dalam pergerakan ekonomi," jelas dia.

Lebih jauh Margo Yuwono menyampaikan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 secara spasial terjadi di seluruh pulau Indonesia. Menurutnya, Pulau Jawa memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) paling besar sebesar 57,92 persen.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved