Khotbah Jumat
Khutbah Jumat Singkat Alquran sebagai Hudan Linnas
Berikut khutbah jumat singkat dengan tema Alquran sebagai Hudan Linnas dikutip dari laman resmi YPKPI Masjid Raya Baiturrrahman Simpanglima Semarang.
Penulis: Muhammad Khoiru Anas | Editor: abduh imanulhaq
Iman kepada kitab Zabur adalah mengimani dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menurunkan Kitab Zabur kepada Nabi Dawud yang berisi petunjuk jalan kebaikan bagi umat Nabi Dawud.
Demikian juga iman kepada Kitab Injil, yakni mengimani dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menurunkan Kitab Injil kepada Nabi Isa sebagai pedoman dan petunjuk kebaikan bagi umat Nabi Isa AS.
Beriman kepada Alquran sebagai sebuah kitab suci artinya kita bukan hanya mempercayai bahwa Allah telah menurunkan Alquran sebagai kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Akan tetapi mengimani Alquran sebagai kitab suci adalah kita harus mempercayai dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menurunkan Alquran kepada umat Islam melalui Nabi Muhammad untuk menjadi kompas atau arah dan pedoman bagi umat Islam dan alam semesta sampai akhir zaman supaya terhindar dari kerugian dan kehancuran.
Tidak ada satupun kitab suci di dunia yang dibaca oleh beratus juta pemeluknya setiap hari,
Tidak ada satupun kitab suci di dunia ini yang dihafal oleh ribuan bahkan jutaan umatnya,
Tidak ada satupun kitab suci di dunia ini yang susunan bahasanya mengandung nilai sastra yang sangat tinggi.
Tidak ada satupun kitab suci di dunia ini yang masih terjaga orisinalitasnya mulai saat di mana wahyu diturunkan hingga saat sekarang ini, bahkan hingga akhir zaman.
Allah SWT bahkan menjamin akan menjaga Alquran hingga akhir masa.
Firman Allah Surat Al Hijr ayat 9 berbunyi :
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya."
Akan tetapi kehebatan Alquran itu bukan hanya karena banyaknya umat yang membacanya, bukan karena banyaknya umat yang menghafalkannya, bukan hanya indah susunan kalimatnya yang mengandung nilai sastra yang sangat tinggi, bukan juga karena terjaga orisinalitasnya hingga akhir zaman, akan tetapi lebih dari itu kehebatan Alquran adalah karena fleksibilitas ajaran Alquran yang senantiasa sesuai dengan kondisi zaman.
Inilah yang disebut Alquran sebagai mukjizat yang mampu melemahkan siapa saja yang berusaha untuk menandingi Alquran sepanjang masa, menandingi membuat susunan redaksionalnya, prediksi-prediksi pada keadaan yang akan datang sebagaimana yang telah banyak disebut dalam Alquran, menandingi dalam membuat kisah-kisah peristiwa yang terjadi pada masa lalu, bahkan berusaha untuk menolak dan menentang dengan berbagai macam cara.
Allah telah menjawab tantangan orang-orang yang masih meragukan Alquran secara tegas sebagaimana disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 23 dan 24:
اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/khutbah-singkat-idul-fitri-syawal-bulan-peningkatan-amal.jpg)