Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Khotbah Jumat

Khutbah Jumat Singkat Alquran sebagai Hudan Linnas

Berikut khutbah jumat singkat dengan tema Alquran sebagai Hudan Linnas dikutip dari laman resmi YPKPI Masjid Raya Baiturrrahman Simpanglima Semarang.

Tayang:
MOSLEMWORLD
Khutbah Jumat Singkat Alquran sebagai Hudan Linnas 

23. "Dan jika kamu meragukan (Alquran) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."

فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ

24. "Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir."

Jamaah jum'ah yang dirahmati Allah

Kehebatan dan kemukjizatan Alquran yang pernah menguasai dunia pada abad pertengahan masehi tidaklah mempunyai pengaruh apa-apa bagi kemajuan dan kejayaan umat Islam.

Sekarang ini manakala kita sebagai pewaris ajaran Alquran tidak menjadikan Alquran sebagai imam dalam kehidupan, tidak menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam kehidupannya, tidak menjadikan Alquran sebagai hakim dalam menentukan arah kehidupan namun hanya menjadikan Alquran sebagai pelengkap dan penghias dalam rumah-rumah kita, Alquran hanya dijadikan tumbal pengusir hantu.

Itulah realitas dalam kehidupan kita dan inilah yang menjadikan kondisi umat Islam, terpuruk dan direndahkan oleh umat lain.

Bahkan cenderung menjadi bulan-bulanan umat lain.

Untuk itu, guna meraih kembali kejayaan umat sebagaimana yang telah diraih oleh para pendahulu kita, para sahabat, assabiqunal awwalun, maka hendaknya kita bercermin kembali bagaimana para sahabat mensikapi Alquran, bagaimana Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khattab yang tadinya saling berbantah-bantahan dan berselesih faham berubah menjadi saling berangkulan meminta dan memberi maaf secara tulus.

Bagaimana sahabat Tsabit ibn Qais menangis sesenggukan tidak keluar rumah selama 3 hari 3 malam karena khawatir tanpa disadari seluruh amal ibadahnya tidak diterima Allah lantaran mempunyai suara keras.

Setelah turun petunjuk dari Allah tentang larangan bersuara melebihi suara nabi, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Hujurat ayat 2:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَرْفَعُوْٓا اَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوْا لَهٗ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ اَنْ تَحْبَطَ اَعْمَالُكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَ

"Wahai orang-orang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari."

Kemudian Abu Tholhah menyerahkan semua kebun kurma yang menjadi tulang punggung kehidupan keluarganya untuk perjuangan Islam.

Sahabat Zaid bin Harist menyerahkan satu-satunya kuda yang sangat ia sayangi untuk kepentingan Islam setelah mendengar turunnya Alquran Surat Ali Imran ayat 92 yang berbunyi :

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved