Breaking News:

Berita Karanganyar

Pemkab Karanganyar Imbau Warga Jangan Bikin Anak Dulu di Masa Pandemi: Tunda Kehamilan

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar menyarankan  pasangan suami istri menunda kehamilan saat pandemi Covid-19.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) DKK Karanganyar, Nuk Suwarni. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar menyarankan  pasangan suami istri menunda kehamilan saat pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sejak awal tahun ini hingga Agustus 2021 ada 12 kasus ibu hamil meninggal dunia terpapar Covid-19. Sedangkan tahun sebelumnya, tercatat ada 8 kasus ibu hamil meninggal dunia.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) DKK Karanganyar, Nuk Suwarni menyampaikan, ibu hamil memiliki resiko tinggi apabila terpapar Covid-19. Di sisi lain kondisi itu akan lebih parah apabila ibu hamil tersebut dalam kondisi hamil tua, memiliki penyakit penyerta seperti diabetes melitus, hipertensi dan jantung.

"Secara fisik mendekati persalinan biasanya beresiko. Kalau imunnya tidak bagus dan asupan gizinya kurang," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (6/8/2021).

Dia menuturkan, apabila bisa menjamin kondisi ibu hamil sehat, imunnya bagus dan asupan makanan bergizinya terjaga sebenarnya tidak apa-apa. Akan tetapi guna mengantisipasi resiko yang dialami ibu hamil, disarankan masyarakat dapat menunda kehamilan terlebih dahulu.

Lebih lanjut, hingga saat ini tercatat ada 48 kasus aktif ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19. Dia menerangkan, memang kasus ibu hamil terpapar Covid-19 mengalami peningkatan tidak hanya di tingkat provinsi tapi juga nasional.

Nuk sapaan akrabnya menjelaskan, ibu hamil tersebut terpapar Covid-19 kemungkinan berasal dari suami atau orang sekitar yang sering beraktivitas di luar rumah.

Sehingga diharapkan warga selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti pakai masker, cuci tangan dan lainnya guna mencegah potensi penularan Covid-19.

"Hasil skrining, saat usia 8 bulan (ibu hamil) sebelum persalinan hampir 15 persen positif (Covid-19). Kita sudah lakukan terhadap banyak ibu hamil. Sementara ibu hamil itu tidak banyak aktivitas di luar rumah. Mungkin bisa terpapar dari suaminya atau anggota keluarga lain yang sering aktivitas di luar rumah," ucapnya. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved