Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Mayat Syahrial Ditemukan di Bawah Pohon Sukun Masih Memakai Seragam Satpam, Begini Pamitnya ke Istri

Korban ditemukan tewas tepat di bawah pohon sukun dengan masih mengenakan seragam satpam.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
Polrestabes Semarang
Anggota Polsek Banyumanik saat memeriksa lokasi kejadian meninggalnya satpam diduga jatuh dari pohon sukun, di sekitar area Universitas Pandanaran (Unpand) Jalan Banjarsari Barat I, Pedalangan, Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (6/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang satpam ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Keluarga yang pertama kali menemukan mayat korban.

Syafrial Edy Lubis (52) warga Meteseh, Tembalang, ditemukan tewas di bawah pohon sukun di sekitar area Universitas Pandanaran (Unpand) Jalan Banjarsari Barat I, Pedalangan,  Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (6/8/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

Korban ditemukan tewas tepat di bawah pohon sukun dengan masih mengenakan seragam satpam.

Baca juga: Pak Agus Salim Penjual Koran dan Tisu Ucap Terima Kasih Dibantu Polisi Solo Jualan, Pendapatan Naik

Baca juga: Tanpa Rasa Curiga Sugiyono Antar Pelaku Pembunuh Istri dan Cucunya ke Lokasi Pembantaian

Istri korban, Aisah (51) menjelaskan, suaminya berpamitan untuk berangkat kerja sekira pukul 05.00.

Ketika berpamitan tersebut, korban sempat memberitahu akan memetik buah sukun di lokasi Unpand.

Selanjutnya sekira pukul 08.00, ia menelpon korban dari rumah berkali-kali namun tidak diangkat oleh korban.

Berhubung suaminya tak ada kabar, ia mendatangi tempat kerjanya namun suaminya tak ada di pos satpam sekira pukul 13.00.

Ia berinisiatif mencari di sekitar sungai yang ada pohon sukunnya dan mendapati korban sudah terbujur kaku tepat di bawah pohon sukun

Mendapat laporan tersebut, pihak Polsek Banyumanik terjun ke lokasi kejadian.

Hasil olah tempat kejadian, korban meninggal dunia diperkirakan saat memanjat pohon sukun terpeleset dan jatuh ke sungai.

Tinggi pohon sukun tersebut sekira 10 meter.

Kesimpulan itu diperoleh lantaran di dekat korban jatuh ada dahan pohon sukun dan buah sukun yang baru dipetik.

Akhirnya pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut pihak manapun.

Sikap itu ditunjukan dalam surat pernyataan yang dibuat oleh istri korban. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved