Berita Solo
BPS Kota Solo Merilis Hasil Survei Kepatuhan Masyarakat Taat Prokes, Ini Hasilnya
Tingkat kepatuhan masyarakat Kota Solo dalam melaksanakan kebiasaan baru di masa pandemi ini bisa dibilang berhasil.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Tingkat kepatuhan masyarakat Kota Solo dalam melaksanakan kebiasaan baru di masa pandemi ini bisa dibilang berhasil.
Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo pada bulan Juli 2021 lalu, kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker terus meningkat.
Metode BPS dalam survei ini dilakukan secara online.
Dari data yang diterima Tribun Jateng, tercatat 92 persen dari 1.069 orang berusia 17 tahun ke atas patuh atau sering memakai masker satu lapis.
Baca juga: Bersiap Hadapi Pembelajaran Tatap Muka, Pemprov Jateng Imbau Seluruh Siswa Ikuti Vaksinasi
Baca juga: Permudah Lansia Ikuti Vaksinasi Cegah Covid-19, Polresta Banyumas Door To Door di Purwokerto Lor
Baca juga: Renyahnya Kuliner Bawang Goreng Kembar Khas Slawi, Elin: Awal Bikinnya Tidak Sengaja buat Bisnis
Sementara itu, sekira 8 persen dari survei yang diikuti oleh 59 persen perempuan dan 41 persen laki-laki ini, masih abai.
Yakni dengan rincian, 6 persen jarang atau tidak sering, dan 2 persen abai atau jarang sekali.
Kepala BPS Kota Solo, Totok Tavirijanto menyampaikan, jumlah tersebut mengalami penigkatan yang sangat signifikan.
"Pada tahun 2020 lalu, kami mencatat hanya ada sekitar 36 persen warga yang sering menggunakan masker. Warga yang melaksanakan anjuran mencuci tangan juga mengalami peningkatan dari 37 persen menjadi 81 persen,” ucapnya, Minggu (8/8/2021) saat dikonfirmasi.
Berdasarkan data stastistik tersebut, menurut Totok saat ini masyarakat memang patuh terhadap kondisi sekarang.
Menurutnya, kalau di awal pandemi barangkali masyarakat masih acuh walaupun keadaan tahun lalu pemeritah sudah mengumumkan situasi sedang pandemi.
“Ada perubahan yang sangat signifikan, bahkan sekitar 70 persen, sudah menggunakan masker 2 lapis. Ini artinya kesadaran mereka akan kesehatan diri sudah sangat baik," jelasnya.
Namun, dia mengaku, masih ada sedikit masalah.
"Meski presentase masyarakat yang abai ini kecil namun patut untuk diwaspadai, jangan sampai menjadi bola salju bila tidak disadarkan,” terangnya.
Sementara itu, menurutnya, perubahan secara emosional juga terjadi pada masyarakat akibat PPKM Darurat.
Totok menambahkan, ada sekira 20 persen masyarakat apabila melihat orang melanggar protokol kesehatan marah, ditambah dengan sekitar 7 persen tidak suka.
Baca juga: Nonton TV Online Ini Link Live Streaming Real Madrid Vs AC Milan Malam Ini di RCTI+
Baca juga: Not Angka Pianika Lagu Anak Soleram Mudah Dimainkan
Jadi, lanjut dia, ada sekitar 27 persen warga cukup emosional bila melihat pelanggaran prokes.
“Patut untuk diwasapadai juga karena ada sekitar 16 persen warga masih acuh jika melihat orang lain melanggar prokes. Artinya memang ada perubahan emosional terkait dengan kondisi saat ini,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/difabel-semarang-bikin-masker.jpg)