Breaking News:

Malam Satu Suro

Cara Bersihkan Keris Atau Pusaka di Malam 1 Suro & Bahan yang Digunakan, Jangan Lupa Berdoa

Dalam proses jamasan, salah satu benda pusaka yang hingga kini selalu memiliki nilai sentimental tersendiri adalah keris. Namun selain keris, ada pu

Editor: m nur huda
YouTube
Penampakan Keris Naga Siluman Pangeran Diponegoro yang sempat disimpan di Belanda 

TRIBUNJATENG.COM - Jamasan pusaka atau pembersihan benda pusaka merupakan salah satu ritual yang kerap dilakukan pihak keraton saat Malam 1 Suro.

Dalam proses tersebut, salah satu benda pusaka yang hingga kini selalu memiliki nilai sentimental tersendiri adalah keris.

Namun selain keris, ada pula tombak yang masuk dalam jamasan pusaka.

Tombak Abirawa di Pendopo Kantor Bupati Batang.
Tombak Abirawa di Pendopo Kantor Bupati Batang. (TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI)

Melansir Kompas.com, Selasa (3/12/2019), pembersihan benda pusaka termasuk keris biasa dilakukan pada malam satu suro.

Namun, keris tidak selalu harus disucikan pada malam tersebut.

Konservator Museum Pusaka Taman Ismail Marzuki Jakarta bernama Nasip Hadiprayitno mengatakan, proses pembersihan keris pada malam satu suro hanya kepercayaan belaka.

“Tidak harus satu suro, itu hanya prosesi saja. Kalau membersihkan bisa kapan saja. Jangan menunggu satu suro apalagi kalau kerisnya sudah sangat karatan. Nanti malah rusak,” kata dia yang sudah menjadi konservator sejak 1993.

Pernyataan itu Nasip sampaikan dalam United Nations Day 2019, Indonesian Heritage for Global Peace and Sustainable Development di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Senin (2/12/2019).

Proses pencucian keris dalam jamasan pusaka

Baca doa

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved