Malam Satu Suro
Cara Bersihkan Keris Atau Pusaka di Malam 1 Suro & Bahan yang Digunakan, Jangan Lupa Berdoa
Dalam proses jamasan, salah satu benda pusaka yang hingga kini selalu memiliki nilai sentimental tersendiri adalah keris. Namun selain keris, ada pu
Tahap pertama yang dilakukan oleh Nasip adalah mencelupkan keris ke dalam air kembang.
Lalu, dia menggosok keris dengan air jeruk nipis.
Adapun, air jeruk nipis berfungsi untuk menghilangkan karat pada keris. Proses ini terus dilakukan sampai karat mulai hilang.
“Kalau sudah hilang, dicelup ke air lagi sampai air jeruk nipisnya hilang,” tuturnya.
Celup ke air warangan
Setelah air jeruk nipis hilang, keris akan dicelup ke dalam air warangan atau air yang dicampur arsenik.
Air ini berwarna hitam pekat, dan berbau menyengat.
Nasip menjelaskan, bahwa air ini berfungsi untuk memunculkan motif pada keris.
Proses ini hanya dilakukan 15-20 menit saja sampai motif terlihat kembali.
Keris dibersihkan pakai sabun
Setelah dicelup ke air warangan, keris akan diangkat untuk dicelup ke air biasa lagi dan dibersihkan dengan sabun.
Setelah itu, keris akan dibilas menggunakan air dan dikeringkan dengan handuk.
Lalu, keris akan dioles dengan minyak melati agar berkilau dan wangi.
Nasip mengungkapkan, sebagian besar masyarakat Jawa masih percaya bahwa keris merupakan benda pusaka yang dianggap memiliki kekuatan ghaib.
Menurutnya, dengan mencuci keris secara rutin, selain pada malam satu suro, hal tersebut juga bisa merawat “isi” atau “tuah” yang ada di dalam keris.
Tentunya agar keris tidak berkarat juga.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Proses Pembersihan Keris pada Malam Satu Suro
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penampakan-keris-naga-siluman-pangeran-diponegoro-yang-sempa-disimpan-di-belanda.jpg)