Berita Regional
Niat Aipda Roni Tiduri Riska Batal Gara-gara Sedang Datang Bulan, Teman Korban Jadi Sasaran
Satu persatu fakta mengejutkan terungkap dalam Sidang pembunuhan sadis Riska Fitria (21) dan AC (13) yang dilakukan oleh Oknum polisi Aipda Roni
TRIBUNJATENG.COM, MEDAN - Satu persatu fakta mengejutkan terungkap dalam Sidang pembunuhan sadis Riska Fitria (21) dan AC (13) yang dilakukan oleh Oknum polisi Aipda Roni Syahputra (45) di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (9/8/2021).
Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa itu, Roni mengaku pertama kali mengenal korban Riska di kantor Polres Pelabuhan Belawan.
Saat itu, korban menanyakan tentang barang titipannya untuk salah satu tahanan yang tak sampai. Memanfaatkan momen tersebut, terdakwa mengatur siasat agar dapat bertemu kembali dengan korban
"Korban nitip barang-barang untuk keluarganya tahanan. Titipannya sabun, odol, keperluan mandi. Cuma barangnya gak sampai. Seminggu kemudian ketemu dengan Riska dan AC di kantor. Saya bawa jalan, suruh naik mobil," ucapnya.
Ia mengaku, agar korban mau naik ke mobil dijanjikan soal barang titipan tersebut.
Namun terdakwa malah membawa kedua korban ke gerbang tol Cemara, di dalam mobil terdakwa sempat menganiaya dan melecehkan korban Riska dengan meremas dada korban.
"Di gerbang tol cemara, saya bekap (korban) pakai lakban keliling mukanya kecuali hidung. Tangannya (kedua korban) saya borgol," ucapnya.
Setelahnya, terdakwa pun membawa korban ke penginapan alam indah di Jalan Padang Bulan Medan.
Namun saat Hakim ketua mencecar apakah terdakwa ada menyetubuhi korban AC, Roni sempat mengelak.
"Tidak ada menyetubuhi pak, spontan saja saya bawa ke sana," ucapnya.
Namun terdakwa terjebak dengan pertanyaan hakim bagaimanan terdakwa mengaku mengetahui korban Riska sedang datang Bulan (haid) saat itu.
"Kok tau kamu korban sedang datang bulan? Berarti kamu buka celana korban? Apa maksudmu?," cecar hakim.
Akhirnya Roni pun mengakui kalau ia awalnya ingin menyetubuhi Riska namun karena Riska tengah datang bulan, ia melampiaskan aksi bejatnya ke korban AC yang masih dibawah umur.
"Iya, ada disetubuhi (korban AC) pak," ucapnya.
Setelahnya, tak sampai 1 jam Roni mengaku langsung pulang membawa kedua korban ke rumahnya. Sampai di rumah istrinya kaget dan menanyakan siapa kedua korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-kondisi-memprihatinkan-siswi-smp-di-sumedang.jpg)