Berita Viral

Tes Keperawanan dalam Rekrutmen Prajurit Wanita Dihapus, Ini Kata Jenderal Andika Perkasa

Sejumlah perombakan dilakukan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan jajarannya dalam proses Rekruitmen anggota TNI AD

Editor: muslimah
Instagram/kodam.bukitbarisan
Calon Kowad TNI saat dites. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan jajarannya merombak sejumlah aturan dalam proses rekrutmen di TNI AD termasuk di antaranya menghapus pemeriksaan selaput dara pada calon anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sejumlah perombakan dilakukan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan jajarannya dalam proses Rekruitmen anggota TNI AD.

Diantaranya menghapus aturan lama sola pemeriksaan hymen atau selaput dara pada calon anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Hal itu diungkapkan langsung oleh Andika Perkasa.

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa mengultimatum penghapusan iuran pendidikan tentara dalam Rapim TNI AD 2021, Sabtu (25/9/2021).
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa 

Sebelumnya indikasi terkait penghapusan pemeriksaan selaput dara pada calon anggota Kowad tersebut diungkapkannya dalam Teleconference Pengarahan KSAD Kepada Para Pangdam Terkait Persyaratan Kesehatan Rekrutmen Kowad yang diunggah di kanal Youtube TNI  AD pada 18 Juli 2021 lalu.

Baca juga: Jenazah Ulama di Lombok Disebut Hilang saat Dimakamkan, Videonya Viral, Polisi Lakukan Penyelidikan

Baca juga: Bagaimana Jika Tidak Tahu Positif Covid-19 Saat Divaksin, Apa Dampaknya?

Ia mengatakan tujuan seleksi rekrutmen tersebut antara lain agar mereka yang diterima bisa mengikuti pendidikan pertama dalam hal ini kaitannya dengan tes yang mayoritas fisik. 

Oleh karena itu, kata dia, ada hal-hal yang tidak relevan tidak lagi dilakukan pemeriksaan.

"Kita lakukan seleksi terhadap pria harus sama dengan apa yang kita lakukan terhadap wanita, dalam hal kemampuan mereka untuk mengikuti pendidikan pertama atau dasar militer. Nanti rekan-rekan semua akan mendengar dari Kakesdam maupun Kepala Rumah Sakit yang mungkim sudah dibertahu oleh Kapuskes ada hal-hal yang tidak perlu lagi dilakukan, dan bukan tidak perlu, tidak boleh, karena tidak ada hubungannya," kata Andika dikutip pada Rabu (11/8/2021).

Dalam kesempatan berbeda Andika menjelaskan perombakan sejumlah aturan tersebut dilakukan guna perbaikan dan penyempurnaan dalam proses rekrutmen di jajaran TNI AD.

Sejumlah aturan baru tersebut, kata dia, mulai diberlakukan sejak Mei 2021.

Selain itu, kata dia, perombakan tersebut juga dilakukan agar calon prajurit TNI AD laki-laki maupun perempuan di tingkat Bintara, Tamtama, dan Perwira bisa mendapat perlakuan yang sama.

"Terus hymen atau selaput dara. Tadinya merupakan satu penilaian, hymennya utuh, atau hymen rupturenya (pecah) sebagian, atau hymen rupturenya sampai habis. Sekarang tidak ada lagi penilaian itu. Karena tadi, penyempurnaan materi seleksi itu lebih ke bagaimana tujuannya kesehatan," kata Andika kepada wartawan.

Selain itu, aspek pemeriksaan lain yang juga diubah aturannya adalah pemeriksaan ginekologi.

Saat ini, kata Andika, pemeriksaan vagina dan serviks sudah dihapus.

Namun demikian, pemeriksaan terkait ginekologi dan genitalia selain inspeksi vagina dan serviks tetap dilakukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved