Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wawancara

WAWANCARA Bersama Amirudin, Ayah Apriyani Peraih Medali Emas Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Amirudin, ayah pebulutangkis Apriyani Rahayu memiliki mimpi besar terhadap anaknya di masa depan. Ia ingin sekali agar Apriyani menjadi pelatih

Tayang:
Alexander NEMENOV / AFP
Update Klasemen Olimpiade Tokyo 2021, Posisi Indonesia Melesat Setelah GreysiaApriyani Sumbang Emas. Foto: Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. 

TRIBUNJATENG.COM -- Amirudin, ayah pebulutangkis Apriyani Rahayu memiliki mimpi besar terhadap anaknya di masa depan.

Ia ingin sekali agar Apriyani menjadi pelatih bulutangkis andal untuk melahirkan bibit-bibit atlet baru.

"Satu-satunya harapan ke depan kalau dia sudah gantung raket supaya dia bisa balik membina anak-anak putra putri daerah di bidang olahraga bulutangkis," pinta Amirudin saat wawancara khusus oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra dan News Manager Tribun Network, Rachmat Hidayat, Sabtu (7/8).

Amirudin menjelaskan Apriyani juga memiliki sikap santun terhadap orang yang berusia lebih tua.Hal itu terlihat dari kebiasaan Apriyani mencium tangan pasangan mainnya Greysia Polii kala bertanding. 

Berikut wawancara khusus Tribun Network bersama Ayah Apriyani Rahayu, Amirudin:

Bagaimana perasaan Anda ketika tahu Apriyani meraih medali emas?

Saya sangat berbahagia dan bangga sekali karena putri saya dapat medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Alhamdulillah. Dan saya berterimakasih seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Konawe Kelurahan Lawulo yang telah mendoakan anak saya sehat dan bisa meraih emas.

Selepas naik podium apakah Apriyani sempat telfon, dan apa yang dia sampaikan?

Iya dia langsung menghubungi saya sambil menangis lalu bilang alhamdulilah tercapai cita-cita piala dunia. Dan doakan lagi ke depannya supaya dapat terus mumpung masih ada waktu.

Ada yang menarik putri Anda selalu mencium tangan dari pasangan mainnya, bisa diceritakan apakah hal ini menjadi kebiasaan menghormati orang yang lebih tua?

Memang kebiasaan dia khususnya orang Sulawesi Tenggara selalu menghormati yang tua. Sudah tradisinya bagi kami masyarakat Konawe.

Menjadi atlet ada batas usianya sebenarnya apa harapan besar untuk putri Anda ke depan?

Alhamdulillah saat ini putri saya sudah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Satu-satunya harapan ke depan kalau dia sudah gantung raket supaya dia bisa balik membina anak-anak putra putri daerah di bidang bulutangkis (menjadi pelatih).

Bisa diceritakan aktivitas latihan Apriyani dalam satu hari berapa kali, kebiasaan sehari-harinya seperti apa?

Hari-harinya Apri sangat memperhatikan latihan kebetulan dari rumah ke tempat latihan sejauh 9 kilometer terpaksa orang tua turun tangan mengantar. Latihannya setiap hari pagi, siang, dan malam.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved