Berita Ungaran
Derita Tumor Tulang, Schatzi Warga Semarang Setahun Hanya Bisa Terbaring di Tempat Tidur
Schatzi Ananda Widyastuti (18) warga RT 01/RW 01 Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN -- Schatzi Ananda Widyastuti (18) warga RT 01/RW 01 Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur.
Sejak November 2020 ia divonis dokter menderita tumor tulang di paha bagian kanannya. Karena keterbatasan biaya selama setahun atas penyakit yang diderita perawatan dilakukan secara tradisional.
Ibu Schatzi, Kurniawanti (39) bercerita sebelum mengetahui anaknya menderita tumor tulang dikira penyakit asam urat karena diikuti gejala awal terasa nyeri.
"Kemudian saya bawa ke Puskesmas Gedangan, habis dicek diberi obat asam urat. Tapi sampai obatnya habis tidak ada tanda membaik, lalu pindah ke dokter desa dikira radang sendi. Itu sekira November 2020 sudah ada benjolan sebesar telur," terangnya kepada Tribunjateng.com, di rumahnya, Kamis (12/8/2021)
Sampai kemudian lanjutnya pada Desember 2020 dilakukan pemeriksaan ke dokter spesialis dengan hasil lab diketahui anaknya menderita tumor tulang.
Ia menambahkan, saat itu dokter menyarankan agar kaki kanan anaknya dilakukan operasi dengan dipotong tetapi dirinya merasa tidak tega. Kemudian ditempuh pengobatan alternatif dengan mengkonsumsi ramuan herbal.
"Ya sudah sampai sekarang ini kondisinya. Karena biaya mahal, sementara konsumsi ramuan daun dewa. Ini nyeri berkurang tapi bengkaknya masih besar, jujur saya terkendala transport ke RS Muwardi Solo," katanya
Kurniawanti menyatakan dalam sekali berangkat berobat ke Solo dibutuhkan biaya sekira Rp 1 juta. Sedangkan, uang segitu baginya yang hanya berjualan lotek jumlahnya sangat banyak.
Dia berharap, atas kondisi kesehatan yang dialami anaknya dapat bantuan dari pemerintah maupun donatur dan para dermawan.
Schatzi mengaku awal-awal sakit pada kaki kanannya terasa nyeri seperti orang sakit gigi. Untuk aktivitas mandi maupun buang air besar selama ini dia digendong ibunya.
"Ketika cuaca sangat dingin tidak bisa tidur karena nyeri dan panas. Untuk sekolah sementara online pergi keluar rumah hanya ketika periksa ke rumah sakit," paparnya
Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Semarang Ardian Kurniawan Santoso menyampaikan melalui jajaran relawan telah berupaya mencarikan bantuan ke pemerintah dan swasta.
"Kami tergerak membantu karena ibunda Schatzi ini seorang janda, suaminya sudah meninggal lima tahun lalu. Kemudian karena mengurus anaknya, ibuknya jualan lotek dengan penghasilan tidak menentu," ujarnya
Ardian mengungkapkan, telah berkomunikasi dengan pihak pemerintah desa setempat nantinya atas fasilitas desa akan dicarikan bantuan kursi roda dan alat bantu jalan. (ris)
Baca juga: Gudang Penyimpanan Kayu di Banyumas Terbakar, Diduga Karena Korsleting Listrik
Baca juga: Habis Melahirkan, Ibu Ini Bawa Bayinya Seberangi Sungai dengan Bantuan Alat Berat
Baca juga: 105 Penyandang Disabilitas di Kudus Disuntik Vaksin Sinopharm
Baca juga: Ini Syarat Penerima BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan Rp 1 Juta Cek di www.bpjsketenagakerjaan.go.id
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :