Breaking News:

Penanganan Corona

Ratusan Mitra UMKM di Dusun Semilir Terima Vaksinasi Covid-19

Bisnis Development Manager Dusun Semilir Ajris Sufata mengatakan kegiatan vaksinasi menyasar sekira 140 pelaku UMKM di Kabupaten Semarang

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muslimah
TribunJateng.com/M Nafiul Haris
Tenaga kesehatan saat menyuntikkan vaksin Sinovac dalam vaksinasi Covid-19 di Objek Wisata Dusun Semilir, Kabupaten Semarang, Jumat (13/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pengelola objek wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang menggelar vaksinasi virus Corona (Covid-19) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Jumat (13/8/2021).

Bisnis Development Manager Dusun Semilir Ajris Sufata mengatakan kegiatan vaksinasi menyasar sekira 140 pelaku UMKM di Kabupaten Semarang.

"Ini bagian dari upaya kami membantu memfasilitasi mitra UMKM yang berjualan di Dusun Semilir. Karena adanya kebijakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mereka ikut terdampak lantaran objek wisata tidak boleh buka," terangnya kepada Tribunjateng.com, di lokasi, Jumat (13/8/2021) 

Menurut Ajris, selain menyasar mitra UMKM vaksinasi juga diperuntukkan bagi 651 karyawan dan keluarga masing-masing. Dengan telah divaksin, diharapkan apabila objek wisata diijinkan kembali beroperasi para pekerja kekebalan tubuhnya lebih terjamin. 

Ia menambahkan, dalam waktu dekat Dusun Semilir juga menyiapkan 10 ribu dosis vaksin dengan sasaran masyarakat umum yang tinggal atau berdomisili tidak jauh dari lokasi wisata. 

"Vaksinasi ini kami bekerjasama dengan TNI atau Kodam IV Diponegoro. Kami berharap dengan telah divaksin baik karyawan maupun mitra UMKM operasional wisata dapat segera dibuka kembali," katanya

Dia menyatakan dampak pandemi Covid-19  dan masih diperpanjangnya PPKM Level 4 jumlah pekerja yang masuk tersisa 25 persen sedangkan 75 persen lainnya terpaksa dirumahkan. 

Ajris menyatakan, sedangkan mitra penjual UMKM menjadi kelompok yang paling terdampak. Bahkan lanjutnya, sejumlah produk jajanan snack dan oleh-oleh harus dikembalikan kepada penjual. 

"Itu karena ada yang sampai melebihi batas layak konsumsi sehingga terpaksa kita reture. UMKM mengisi oleh-oleh ini libur panjang mulai cemilan, snack basah dan kering, dan mereka ini juga rata-rata kehabisan modal untuk produksi," ujarnya 

Seorang peserta vaksinasi Noviana (25) mengaku sangat terbantu dengan program vaksinasi yang menyasar karyawan wisata. 

Dia berharap, setelah pekerja wisata divaksin ada kebijakan yang meringankan atau kelonggaran agar objek wisata dapat buka kembali. 

"Harapannya setelah divaksin dua kali ini kami dapat bekerja kembali itu saja. Tidak masalah kalau harus ada pembatasan jam operasional minimal kami ada pemasukan, soalnya rata-rata kami ini tabungan sudah habis," jelasnya (ris) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved