Berita Jawa Tengah
Densus 88 Sapu Jaringan Teroris di Jateng, FKPT: Waspadai Aksi Balas Dendam!
"Keinginan balas dendam pasti ada, apalagi mereka memiliki motif yang masif dan terstruktur yang tentunya ingin mengegolkan tujuan mereka."
Penulis: iwan Arifianto | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng meminta semua pihak untuk tetap waspada selepas adanya penangkapan sejumlah terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di berbagai daerah di Jateng.
Pasalnya, bisa saja para anggota JI yang belum tertangkap melakukan aksi balas dendam atas penangkapan tersebut.
"Keinginan balas dendam pasti ada, apalagi mereka memiliki motif yang masif dan terstruktur yang tentunya ingin mengegolkan tujuan mereka.
Baca juga: BERITA LENGKAP: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Semarang, Purwokerto, Kendal, dan Pekalongan
Akan tetapi negara tak boleh kalah dengan kelompok-kelompok tersebut," Ketua FKPT Jawa Tengah Syamsul Ma’arif saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (14/8/2021).
Ia mengatakan, gerakan kelompok teroris tersebut sangat dinamis dan menunggu momentum strategis untuk melakukan aksinya.
Masyarakat tak boleh lengah sedikit pun, apalagi pusaran-pusaran mereka sudah ada di tengah-tengah masyarakat.
Mereka juga memiliki strategi efektif dalam penyebaran ideologi, infiltrasi, jaringan, pemetaan terhadap gerakan mereka.
"Kita sudah melakukan apapun, hal yang sama juga dilakukan oleh mereka," terangnya.
Menurutnya, penangkapan jaringan JI oleh Densus 88 merupakan hasil dari kewaspadaan oleh aparat penegak hukum yang mampu memetakan gerakan-gerakan jaringan tersebut.
Di samping itu, masyarakat perlu waspada dan harus melakukan kontra radikalisme agar mampu mereduksi kekuatan mereka.
Ia melanjutkan, penangkapan tersebut bisa juga melumpuhkan kekuatan mereka.
Meski demikian, hal itu tak mengendorkan proses kontra radikalisme lantaran ide dan konsep jaringan tersebut sudah menyebar kemana-mana.
"Kita harus terus waspda dan terus melakukan perlawanan dengan gerakan-gerakan kontra radikalisme," katanya.
Ia menjelaskan, mulai tahun 2020 telah memetakan penyebaran jaringan teroris yang ternyata telah menggunakan ruang-ruang terbuka.
Tak heran mereka saat ini mampu berbaur dengan masyarakat sekitar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/densus-88_20180513_183314.jpg)