Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Gubernur Ancam Pecat Direktur RSUD Karena Insentif yang Tak Kunjung Cair

Gubernur Jambi Al Haris geram ratusan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Raden Mattaher belum menerima insentif dari pemerintah selama enam bulan.

Tayang:
Editor: rival al manaf
Istimewa
ilustrasi dokter 

TRIBUNJATENG.COM, JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris geram ratusan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Raden Mattaher belum menerima insentif dari pemerintah selama enam bulan.

Al Haris mengancam akan memecat Direktur RSUD Raden Mattaher Fery Kusnadi jika insentif itu tak segera dibayarkan. 

"Kalau sampai mogok dan heboh di nasional. Kamu saya pecat ini kalau tidak jalan," tegas Al Haris saat menyambangi RSUD Raden Mattaher, Jumat (13/8/21).

Baca juga: Tinggalkan Inter Milan, Gelandang Berdarah Batak Radja Nainggolan Pulang Kampung, Main di Indonesia?

Baca juga: Jerinx: Saya Tak Penuhi Panggilan Penyidik karena Belum Vaksin

Baca juga: Kota-kota Besar di Afghanistan Direbut Taliban dengan Cepat, Ke Mana Tentara yang Dilatih AS?

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 4 Halaman 171 172 173 174 175 176 177 Subtema 3 Pembelajaran 6

Ia menilai keterlambatan pembayaran insentif nakes sampai enam bulan sangat keterlaluan.

Menurutnya, masalah ini tak boleh berlarut-larut hingga memicu nakes mogok kerja karena akan berimbas pada pelayanan kesehatan yang menjadi berantakan. 

"Kalau sampai nakes mogok kerja, bahaya sekali. Ini kondisi Covid sedang tinggi-tingginya."

"Kalau mereka mogok, siapa yang menangani," tuturnya.

Al Haris memberi tenggat waktu tiga hari ke pihak rumah sakit untuk mencairkan insentif sampai Senin (16/8/2021).

Ia menegaskan, Pemprov Jambi sudah melakukan pemusatan anggaran untuk penanganan Covid-19 sehingga mustahil anggaran insentif nakes tak bisa dicairkan. 

"Itu sudah ada di refocusing anggaran kemarin. Tetapi mungkin prosesnya di rumah sakit yang lamban. Kami sudah sepakat insentif nakes dibayarkan," ujarnya.

Janjikan Cair Senin Direktur RSUD Raden Mattaher Fery Kusnadi menjelaskan pencairan insentif untuk nakes sedang dalam proses tanda tangan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Ia berjanji insentif bagi para nakes itu akan cair pada Senin depan.

"Namanya DPA kita perlu tanda tangan adminstrasi. Memang DPA sedang berjalan," katanya.

Menurutnya, keterlambatan pencairan insentif nakes juga terjadi karena pemusatan anggaran untuk penanganan Covid-19 belum rampung. Fery mengatakan, ada sekitar 500 orang nakes RSUD Raden Mattaher yang akan menerima insentif selama enam bulan terhitung sejak Januari-Juni 2021.

"Yang harus dibayarkan enam bulan dulu. Sisanya itu, nanti akan dibayarkan lagi, anggaran berikutnya," terang Fery.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved