Berita Regional
Gubernur Ancam Pecat Direktur RSUD Karena Insentif yang Tak Kunjung Cair
Gubernur Jambi Al Haris geram ratusan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Raden Mattaher belum menerima insentif dari pemerintah selama enam bulan.
Besaran insentif nakes, sambung Fery, berbeda-beda tergantung tingkat kehadiran dan peranan nakes.
"Ada dokter spesialis, dokter umum, perawat dan sebagainya. Paling tinggi Rp2,5 juta, terendah Rp700.000. Bergantung juga dengan jumlah kehadiran," terang Fery.
Insentif nakes di daerah diketahui masuk dalam administrasi daerah yang sumbernya berasal dari biaya operasi kesehatan (BOK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) ataupun Dana Bagi Hasil (DBH).
Menurut data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) per 20 Juli 2021, pencairan insentif baru mencapai Rp 245,01 miliar.
Jumlah itu diberikan kepada 50.849 tenaga kesehatan.
Baca juga: Viral Ambulan Pengantar Bayi Kritis Digebrak dan Dihalangi Oknum TNI Berakhir Damai
Baca juga: Resep Peyek Tempe Renyah Anti Gagal Bisa Jadi Camilan atau Lauk
Baca juga: Sosok Terduga Teroris di Semarang yang Membuat Istri dan Warga Kaget, Ini Cerita Para Tetangga
Baca juga: Klasemen MotoGP 2021 Jelang GP Austria, Quartararo Pimpin Barisan Diikuti Johann Zarco dan Joan Mir
Sementara itu, realisasi insentif yang berasal dari DAU/DBH baru mencapai 21 persen dari total anggaran Rp 8,1 triliun.
Realisasinya yakni Rp 1,79 triliun diberikan kepada 23.991 tenaga kesehatan.
Adapun untuk insentif yang berada dalam administrasi Kemenkes sudah dicairkan insentif senilai Rp 3,18 triliun kepada 413.360 nakes.
Namun, masih ada tunggakan Rp 1,48 triliun kepada 200.500 nakes. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kesal Insentif Nakes RSUD Belum Cair, Gubernur Jambi Ancam Dirut: Kamu Saya Pecat Kalau Tidak Jalan"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-dokter-mm.jpg)