Penanganan Corona
Nama Sama Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar, Terlanjur Dikubur Pantang Digali Kembali
Jenazah pasien Covid-19 tertukar kembali terjadi, kali ini di Gianyar Bali. Salah satu jenazah yang akan dikremasi keluarga akhirnya tidak jadi.
TRIBUNJATENG.COM, BALI - Jenazah pasien Covid-19 tertukar kembali terjadi, kali ini di Gianyar Bali.
Salah satu jenazah yang akan dikremasi keluarga akhirnya tidak jadi karena sudah terlanjur dikubur.
Dua jenazah pasien Covid-19 asal Desa Adat Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali tertukar saat akan dilakukan proses pemulasaraan.
Baca juga: Pemkab Kendal Gelar Rakor Pengamanan Wilayah, Bupati Dico: Relawan Covid-19 di Desa Diaktifkan
Baca juga: Airlangga : Posko Jaga Desa Terbukti, Satgas Covid-19 Desa Aktif sehingga Penanganan Cukup Baik
Baca juga: Video 197 Warga Binaan Lapas llB Slawi Terpapar Covid-19
Dua jenazah yang tertukar itu memiliki nama yang sama yakni Ni Gusti Made Rai namun usia keduanya berbeda.
Bendesa Adat Tengkulak Kaja, I Made Selamet menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika jenazah atas nama Ni Gusti Made Rai dengan usia 65 tahun dinyatakan meninggal pada Rabu (11/8/2021) di RSUP Sanglah Denpasar.
Jenazah asal Banjar Tengkulak Kaja Kauh itu rencananya akan langsung dikremasi oleh pihak keluarga pada Rabu (18/8/2021) mendatang.
Sehari setelahnya pada Kamis (12/8/2021), pasien Covid-19 atas nama Ni Gusti Made Rai dengan usia yang lebih tua yakni 82 tahun juga dinyatakan meninggal di RSUP Sanglah Denpasar.
Jenazah yang juga berasal dari Banjar Tengkulak Kaja Kangin tersebut akan langsung dimakamkan pada Kamis (12/8/2021).
Sementara di hari yang sama, kata Selamet, pihak keluarga langsung mengambil jenazah perempuan usia 82 ke ruang forensik RSUP Sanglah Denpasar.
Pihaknya tak mengecek ulang lantaran meyakini bahwa yang datang adalah pihak keluarga.
Apalagi sesuai protokol kesehatan, peti berisi jenazah Covid-19 itu tak boleh dibuka.
"Begitu datang, jenazah diantar oleh satu sopir ambulans dari RSUP Sanglah. Kami kan karena sudah dari keluarga ya kami percaya. Ya kami kubur saja," kata Selamet.
Selang tiga jam, pihak desa yang membantu pemakaman kembali didatangi oleh anak dari jenazah pasien berusia 82 tahun.
Ia melaporkan bahwa yang dikubur itu adalah jenazah atas nama Ni Gusti Made Rai dengan usia 65 tahun yang rencananya akan dikremasi.
"Anaknya melapor jenazahnya tertukar, kami sontak kaget. Dia tahu tertukar dari pemberitahuan pihak rumah sakit Sanglah," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-penguburan-jenazah-covid-19.jpg)