Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sejarah

Wajah Sultan Hamengkubuwono IX Merah Padam Lihat Uang Sekoper dan Mercedes Benz: Sungguh Keterlaluan

Satu yang kerap dibicarakan adalah saat Sri Sultan Hamengkubuwono IX kena tilang di Semarang oleh Brigadir Royadin

Tayang:
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: muslimah
KOMPAS/DUDY SUDIBYO DS
Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX 

Sogokan itu berupa sebuah mobil Mercedes Benz terbaru dan sekoper penuh uang.

Tawaran tersebut membuat wajahnya merah padam penuh amarah karena sangat melukai perasaannya.

"Keterlaluan! Sungguh keterlaluan! Sampai begitu berani mereka mencoba menyuap saya. Coba, sebuah mobil Mercedez Benz terbaru dan sekoper penuh uang, berani disodorkan ke muka saya guna mendapatkan fasilitas-fasilitas yang mereka inginkan, yang akibatnya dapat menghalangi Dwi Dharma dan Catur Karya Kabinet Ampera," tuturnya kepada wartawan Angkatan Bersenjata.

“Coba pikir untuk apa impor 7 ton vetsin? Rakyat lagi kekurangan bahan kebutuhan pokok terutama beras. Vetsin hanya berfungsi untuk membuat enak masakan. Apa yang dienakkan jika makanan pokoknya saja sulit diperoleh,” lanjutnya. 

Pandu Agung

Sultan HB IX merupakan sosok yang berjasa dalam pembentukan organisasi pramuka di Indonesia.

Bernama kecil Gusti Raden Mas (GRM) Dorojatun, dia lahir di Yogyakarta pada 12 April 1912.

GRM Dorojatun adalah putra Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah atau Kanjeng Ratu Alit.

Dia aktif dalam gerakan kepanduan (sekarang disebut sebagai Pramuka) sejak masih kanak-kanak.

Dikutip dari Kompas.com, Sri Sultan tercatat sebagai anggota welp (siaga), jenjang kepramukaan terendah (6-11 tahun), pada tahun 1921 di Yogyakarta.

Kemudian diangkat menjadi Pandu Agung atau pemimpin kepanduan awal tahun 1960-an.

Bersama Presiden Soekarno, memiliki rencana mulia menyatukan organisasi kepanduan di Indonesia.

Ada banyak organisasi kepanduan saat itu, berinduk ke organisasi kemasyarakatan atau malah partai politik.

Presiden Soekarno pada 9 Maret 1961 menyusun Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Prof Prijono, Dr A Azis Saleh, dan Achmadi menjadi ketuanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved