Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jakarta

BENARKAH Tren Ekspor Komoditas Pertanian Terus Meningkat? Ini Faktanya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi peningkatan ekspor komoditas pertanian Indonesia meski di tengah pandemi covid-19

Tayang:
Dok. Humas Pemprov Jateng
Berbagai komoditas pertanian Jawa Tengah senilai Rp 400,57 miliar yang dikemas dalam kontainer diberangkatkan ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Sabtu (14/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi peningkatan ekspor komoditas pertanian Indonesia meski di tengah pandemi covid-19. Pada 2020, ekspor komoditas pertanian tercatat mencapai Rp 451,8 triliun, naik 15,79 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 390,16 triliun.

Momentum peningkatan tersebut pun terus berlanjut pada 2021. "Dari Januari-Juli 2021, ekspor mencapai Rp 282,86 triliun, atau naik 14,05 persen dibandingkan dengan periode sama 2020 sebesar Rp 202,05 triliun," kata Jokowi, saat melepas ekspor komoditas pertanian dalam Program Merdeka Eskpor Pertanian secara virtual, Sabtu (14/8).

Menurut dia, peningkatan ekspor tersebut berpengaruh dalam pendapatan petani. Nilai tukar petani pada Juni 2020 berada di angka 99,6 dan meningkat pada Juni 2021 mencapai angka 103,59.

Meski demikian, Jokowi meminta pengembangan industri pertanian di Indonesia terus dilakukan, terutama terkait dengan pengelolaan sektor hilir.

"Saya kira target kita memang hilirisasi, dan juga saya minta disambungkan dengan supply chain nasional dan supply chain global," ujarnya.

Hilirisasi diyakini akan memberikan nilai tambah bagi produk pertanian. Jokowi juga meminta agar terus dilakukan pengembangan teknologi pertanian.

Selain itu, ia juga mendorong upaya promosi produk pertanian melalui teknologi digital. Hal itu dilakukan untuk mengembangkan produk pertanian agar semakin dikenal luas dan kompetitif.

Adapun, program Merdeka Ekspor pertanian yang dilepas secara resmi oleh Presiden Jokowi memberikan optimisme baru bagi petani dan pelaku usaha pertanian.

Setidaknya, lebih dari Rp 7 triliun nilai ekspor dihasilkan selama 7 hari dari 17 bandara dan pelabuhan utama.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengapresiasi Presiden Jokowi karena turut mendukung dan menaruh perhatian kepada sektor pertanian.

"Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa investasi dan ekspor merupakan faktor kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Sehubungan dengan hal tersebut, kami terus berupaya mendorong ekspor produk pertanian ke berbagai negara," paparnya.

Merdeka Ekspor

Syahrul menjelaskan, program Merdeka Ekspor merupakan implementasi dari berbagai program Kementan, satu di antaranya program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Program itu diharapkan dapat menggerakkan pemerintah dan masyarakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk mempercepat kegiatan ekspor produk pertanian.

Sejumlah produk ekspor yang akan dilepas dalam program Merdeka Ekspor itu meliputi komoditas perkebunan sebesar 564.550 ton, tanaman pangan 4.277 ton, hortikultura 7.230 ton, dan peternakan 4.013 ton.

Dengan total produk ekspor sebanyak 627.399 ton, diperkirakan capaian ekspor tersebut akan menyumbang devisa negara hingga Rp 7,29 triliun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved