Breaking News:

Berita Karanganyar

Disdagnakerkop UKM Karanganyar Kirimkan Data Pelaku Usaha Sektor Wisata agar Dapat Bantuan PEN

Disdagnakerkop UKM Karanganyar telah mendapatkan data pelaku usaha sektor pariwisata dari Disparpora dan data tersebut telah dikirim ke kementerian

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Agus Iswadi
Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Martadi. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar telah mengirimkan data pelaku usaha sektor pariwisata untuk mendapatkan bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat dampak kebijakan PPKM Darurat dari Kemenparekraf RI. 

Kepala Disdagnakerkop UKM, Martadi menyampaikan, telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) terkait program bantuan PEN dari Kemenparekraf RI.

Disdagnakerkop UKM Karanganyar telah mendapatkan data pelaku usaha sektor pariwisata dari Disparpora dan data tersebut telah dikirim ke kementerian. 

"Kami sudah kirim (data) ke kementerian. Sekitar 2.000-an. Ada pelaku UMK wisata, tenaga atau karyawan sudah masuk. Sudah dikirim sebelum 17 Agustus 2021," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (18/8/2021). 

Dia menuturkan, data itu nanti juga akan disinkronkan dengan data dari dinas sosial. Sehingga pelaku usaha sektor pariwisata yang terdata tersebut belum pernah mendapatkan bantuan lain seperti, PKH, BST dan lainnya. 

Martadi menuturkan, belum tahu persis bentuk bantuan itu dan kapan waktu penyalurannya kepada pelaku usaha sektor pariwisata. 

"Proses selanjutnya masih menunggu (informasi dari pusat). Kapannya (pencairan) belum tahu," ucapnya. 

Terpisah, Kepala Disparpora Karanganyar, Titis Sri Jawoto mengatakan, program bantuan PEN tersebut menjadi domain Disdagnakerkop UKM Karanganyar. Mengingat pelaku usaha pariwisata termasuk dalam sektor UMKM. 

"Provinsi perintahnya ke Disdag agar koordinasi dengan kepala dinas yang membidangi pariwisata untuk pemberdayaan ekonomi pelaku usaha wisata. Suratnya bunyinya begitu," ungkapnya. 

Sementara itu terkait operasional objek wisata, lanjut Titis, masih tutup selama diberlakukannya PPKM Level 4 hingga saat ini. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved