Breaking News:

Penanganan Covid 19

Tarif Layanan Tes PCR Diturunkan, Pelaku Industri Medis Swasta HEAL: Berdampak pada Segi Komersial

Kementerian Kesehatan telah menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebesar Rp 495.000.

Editor: moh anhar
Istimewa
RS Hermina Banyumanik Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebesar Rp 495.000 untuk pulau Jawa dan Bali, serta Rp 525.000 untuk luar pulau Jawa dan Bali.

Dengan demikian harga pemeriksaan RT PCR turun sebanyak 45% dari harga sebelumnya.

Aristo Sungkono Setiawidjaja, Direktur PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) mengungkapkan turunnya harga layanan PCR akan berdampak pada segi komersial.

Namun, HEAL optimistis bahwa dengan harga layanan yang lebih terjangkau, volume pemeriksaan akan naik dan biaya per test bisa diturunkan. 

Baca juga: 20 Warga Sragen Tertipu Arisan Online Aleghoz, DH Bawa Kabur Uang Ratusan Juta Rupiah

Baca juga: Ada 22.242 Kasus Baru Infeksi Covid 19, Malaysia Catat Rekor Kasus Harian Tertinggi di Asia Tenggara

Baca juga: Ini Skuad Liverpool Jelang Matchday 2 Liga Inggris Versus Burnley

"Kami mengkaji ulang biaya kami agar dapat tetap men-cover biaya test PCR meskipun dengan pendapatan per-tes yang lebih rendah," jelasnya seperti dikutip Kontan.co.id, Rabu (18/8). 

Adapun secara operasional, Aristo memaparkan, biaya layanan PCR mencakup biaya reagen, bahan media habis pakai, staf analis, dan jasa dokter pathologi.

"Biaya investasi awal di muka juga cukup besar," kata Aristo. 

Aristo menegaskan, untuk mengelola tantangan ini HEAL akan melakukan efisiensi dan memanfaatkan skala ekonomi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Biaya Layanan Tes PCR Turun, Begini Tanggapan Medikaloka Hermina (HEAL)"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved