Tribun Forum

Selalu Punya Harapan, Kunci Sidomuncul Bangkit di Tengah Pandemi

Direktur PT Sidomuncul Tbk Irwan Hidayat mengatakan meski bisnisnya pada satu sisi cocok dengan situasi Covid-19 tetapi sedikit banyak terdampak.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Daniel Ari Purnomo
tribunjateng.com
Direktur PT Sidomuncul Tbk Irwan Hidayat saat menjadi narasumber Tribun Forum bertajuk 'Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi' bersama Tribunjateng.com, secara virtual, Kamis (19/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN-PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk mengakui pada masa awal pandemi virus Corona (Covid-19) sempat menganggu laju bisnis terutama dalam proses distribusi.

Direktur PT Sidomuncul Tbk Irwan Hidayat mengatakan meski bisnisnya pada satu sisi cocok dengan situasi Covid-19 tetapi sedikit banyak terdampak.

"Jadi bisnis saya ini sebenarnya cocok dengan saat pandemi. Tapi menurut saya, bisnis itu kunci pertama bisa menjaga kelangsungan. Itu produk jamu masuk ke distributor semula konvensional jadi terganggu. Lalu kami berhasil mengatasi dengan melakukan transisi ke online, namun yang lebih dari itu adalah punya harapan," terangnya saat menjadi narasumber Tribun Forum bertajuk 'Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi' bersama Tribunjateng.com, secara virtual, Kamis (19/8/2021).

Menurut Irwan, diluar itu faktor lain pebisnis agar tetap bisa survive musti dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi pandemi. Kemudian, didukung juga dengan infrastruktur wilayah yang memadai.

Ia menambahkan, selebihnya menjaga mutu atau kualitas produk secara baik mulai proses produksi sampai kepada konsumen.

"Karena bisnis ini semua masalah daya beli, tidak ada bisnis tanpa itu. Kami saat buka hotel di Semarang banyak yang tanya kok tidak di Bali ditambah pada pandemi. Ya saya punya prinsip arena hidup harus berlangsung tidak bisa ditunda," katanya

Dia menilai Provinsi Jawa Tengah memiliki masa depan bisnis yang baik terutama Kota Semarang dengan sejumlah infrastruktur pendukungnya. Dengan beberapa hal itu, diyakini bisnis dapat berjalan.

Irwan menyatakan, sebagai pebisnis jamu herbal optimistis dengan potensi yang dimiliki Jawa Tengah. Selain pangsa pasar sangat besar ketimbang obat, diprediksi Indonesia di tahun 2030 tidak banyak orang sakit.

"Dan itu mulai terlihat, jamu herbal itu market sizenya harus lebih gede ketimbang obat kimia. Karena obat hanya diminum ketika sakit. Tapi saat sehat jamu bisa jadi makanan, suplemen, pendamping obat. Jadi market share harusnya lebih besar sekira 80 persen market size sekarang," ujarnya

Kemudian tidak kalah penting lanjutnya, kondisi itu juga dapat membantu kelangsungan UMKM sehingga bisa bangkit. Dengan demikian, investor banyak yang masuk Indonesia membangun prosesor sedang pabrik jamu bisa membeli bahan dari UMKM.

Selain Direktur PT Sidomuncul Tbk pada acara yang dipandu Pemimpin Redaksi Tribun Jateng Erwin Ardian itu turut melibatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Pekalongan Afsan Arsian Djunaid, Bupati Demak Hj Eisti Anah, Bupati Cilacap Tatto Pamuji, Rektor terpilih UNIKA, Dr. Ferdinand Hindiarto, Plt Pimpinan BNI Kantor Wilayah 5 Semarang, dan Owner Kepala Manyung Bu Fat Teguh Sutrisno. (ris)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved