Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Barcelona

Alasan Kenapa Braithwaite Lebih Pantas Nomor 10 di Barcelona Daripada Coutinho

Nomor 10 eks Lionel Messi menjadi satu-satunya nomor punggung yang masih belum terisi di skuat Barcelona saat ini.

Editor: rival al manaf
AFP
Philippe Coutinho ditawarkan Barcelona ke Lazio untuk dipinjam selama semusim 

TRIBUNJATENG.COM, SPANYOL - Nomor 10 eks Lionel Messi menjadi satu-satunya nomor punggung yang masih belum terisi di skuat Barcelona saat ini.

Philippe Coutinho kabarnya ditawari kehormatan untuk mengenakan angka keramat tersebut.

Musim 2021-2022 akan menjadi kali pertama nomor 10 Barcelona tidak dikenakan Lionel Messi dalam 13 tahun terakhir.

Messi sendiri mengambil nomor punggung tersebut dari Ronaldinho pada 2008.

Baca juga: Dikalahkan Tim Gurem dari Antah Berantah, Tottenham jadi Bahan Ejekan Pendukung Arsenal

Baca juga: Inter Milan Sepakat dengan Zapata dan Marcus Thuram, Namun Transfernya Sulit Terwujud

Baca juga: Tanpa Messi, Barcelona Diprediksi Kehilangan 15 Sampai 20 Poin Laliga Liga Spanyol Musim Ini

Kini, nomor punggung tersebut masih tak bertuan setelah pemilik enam kali trofi Ballon d'Or ini meninggalkan Barcelona untuk memperkuat raksasa Liga Perancis Paris Saint-Germain.

Nomor 10 merupakan satu-satunya nomor punggung yang masih kosong di Barcelona sembari menunggu nomor 8 dan 23 ditinggalkan masing-masing oleh Miralem Pjanic dan Samuel Umtiti.

Peraturan LaLiga memang mengharuskan nomor punggung 1-25 terisi setiap tahunnya.

Kini, Mundo Deportivo melaporkan Barcelona bakal memberikan Coutinho kesempatan untuk memakai nomor punggung 10 keramat tersebut.

Coutinho memang belum memiliki nomor punggung. Nomor 14 miliknya dipakai oleh penyerang asal Albania, Rey Manaj pada laga akhir pekan lalu kontra Real Socidead.

Coutinho sendiri absen pada laga yang akhirnya dimenangi Barca 4-2 tersebut dengan alasan medis.

Sang gelandang serang mengenakan nomor punggung 7 pada musim pertamanya Barca.

Akan tetapi, nomor tersebut diberikan ke Antoine Griezmann seiring peminjamannya ke FC Bayern.

Coutinho pun diyakini akan bisa merumput saat Barca menghadapi Athletic pada Minggu (22/8/2021).

Alhasil, Barcelona bisa melihat nomor 10 mereka kembali beraksi walau nama di punggung bukan lagi "Messi".

Dikutip dari Marca, Barca tadinya mau melego Coutinho.

Namun mereka sulit mendapatkan pembeli karena klub-klub keberatan dengan gaji sang gelandang serang yang mencapai Rp 4,37 miliar sepekan.

Walhasil, kini kubu La Braugana mau tak mau harus mengoptimalkan keberadaan Coutinho, dan berharap potensinya bisa melejit setelah Messi pergi.

Terlebih, pelatih Ronald Koeman menyukai gaya permainan pemain asal Brasil berusia 29 tahun ini.

Namun, mantan pemain Inter ini harus bersaing untuk mendapatkan tempat utama di posisi gelandang.

Dia mesti berkompetisi dengan talenta baru Barca, Pedri, atau Frenkie de Jong.

Untungnya, Coutinho tipikal gelandang serba bisa hingga bisa digeser sebagai winger kiri.

Dengan masih cederanya Sergio Aguero, Ansu Fati dan Ousmane Dembele yang cedera, kehadiran Coutinho sangat dibutuhkan.

Menarik untuk melihat kiprahnya dalam balutan jersey nomor 10 di laga kontra Athletic akhir pekan ini.

Braithwaite Disukai Netizen

Sementara itu warga net sepertinya lebih suka nomor punggung 10 diwariskan kepada Braithwaite.

Pasalnya saat Barcelona menjalani laga resmi pertama mereka di Liga Spanyol tanpa megabintang Lionel Messi Braithwaite menjadi sosok sentral.

Blaugrana menang  meyakinkan 4-2 atas Real Socied di Stadion Camp Nou, Senin (16/8/2021) dinihari WIB.

Gol-gol Barcelona dicetak oleh sang kapten Barcelona, Gerard Pique, dua gol Martin Braithwaite, dan Sergi Roberto.

Barcelona punya PR besar di pertahanan saat Real Sociedad secara cepat hampir menyusul gol Barcelona lewat lesakan gol Cienfuegos dan Mikel Oryazabal pada menit ke-82 dan ke-85 untuk mengubah skor menjadi 3-2.

Satu hal yang melegakan dari Barcelona, dalam aspek serang, para pemain yang sebelumnya minim kreativitas di era Messi, tampak mampu tampil penuh ide.

Antoine Griezmann misalnya, meski tanpa gol, bisa dianggap sukses sebagai kreator serangan Barcelona di laga itu.

Pemain anyar macam Memphis Depay juga mampu menjadi booster variasi serangan.

Dan, tentu saja, panggung utama kemenangan Barcelona itu adalah milik Martin Braithwaite.

Pemain yang selama ini dipandang sebelah mata, justru oleh sebagian besar Cules -penggemar Barcelona, mampu melesakkan dua gol dan satu assist.

Tak ayal, Martin Braithwaite diganjar predikat man of the match di laga tersebut.

Sebuah predikat yang sama sekali tak boleh diremehkan siapa pun.

Berstatus Pemain Darurat

Berbicara soal dipandang enteng, Braithwaite mungkin sudah kenyang hal itu.

Maklum dia datang ke Barcelona dengan status 'pemain darurat'.

Pemain kini berusia 30 tahun itu direkrut dari tim gurem, Leganes pada Februari 2020 silam.

Barcelona mendapat izin dari otoritas Liga untuk merekrut pemain di luar periode transfer karena situasi genting.

Kondisi kedaruratan itu merujuk krisis stok penyerang Barcelona waktu itu di mana mulai Luis Suarez hingga Ousmane Dembele cedera.

Meski boleh merekrut pemain di luar periode transfer, Barcelona hanya diizinkan melakukan pembelian dari tim Liga Spanyol.

Hal itu yang membuat Barcelona tak punya banyak pilihan mengingat banyak klub yang tak melepas pemain andalan mereka di tengah kompetisi berjalan.

Jadilah Braithwaite sebagai pilihan Blaugrana.

Dia dikontrak 4,5 musim setelah dibeli dengan harga 18 juta euro sesuai dengan klausul pelepasan yang ada di dalam kontraknya dengan Leganes.

Sebuah harga yang juga dianggap kemahalan mengingat portofolio pemain Denmark tersebut tak semegah nama besar Barcelona.

Braithwaite memang sebelumnya cuma pernah membela tim-tim medioker di kompetisi Eropa, macam Middlesbrough, Bordeaux, dan Toulouse.

Pun, mengingat Barcelona punya rekam jejak serampangan dalam belanja pemain, harga tebus Braithwaite itu dianggap murah.

Singkatnya, banyak pihak meragukan Braithwaite hingga akhirnya bully benar-benar tumpah mengguyur sang pemain saat momen perkenalannya di Barcelona.

Saat itu, lazimnya pemain anyar, Braithwaite juga memamerkan kemampuannya mengolah si kulit bundar.

Dia tampak memainkan bola dengan kepala sebelum menjatuhkan dan menggiringnya.

Setelah itu, Braithwaite mencoba trik olah bola 'rainbow flick', sebuah trik yang identik dengan Neymar.

Hanya, Braithwaite gagal total!

Jadilah dia panen bully. Tak hanya dari media namun juga warganet.

"Braithwaite, pemain baru Barca, menjalani perkenalan yang memalukan,"  tulis FootballInside.net sebagai satu di antara contoh ulasan jelek terhadapnya.

Pemain Terkaya di Barcelona

Bentuk olok-olok lain yang diterima Braithwaite dari warganet, khususnya dari Indonesia, adalah sematan 'Lord' pada namanya.

Lord Braithwaite dianggap sebagai panggilan yang pas mengingat kekayaan besar yang dia miliki.

Yes, Braithwaite tajir melintir.

Semasa ada Messi, Braithwaite  adalah pemain kedua terkaya di Barcelona. Kini setelah Messi pergi, tentu saja dia menjadi pemain paling kaya di Blaugrana.

Mengutip lansiran Majalah Forbes, Juli 2021 silam, harta Braithwaite mencapai sekitar 250 juta euro, sekira Rp 4 triliun!

Sebagian besar datang dari luar lapangan hijau.

Dia memiliki aneka bisnis mulai dari properti hingga makanan dan pakaian.

Berkah Messi Pergi

Kepergian Lionel Messi membawa berkah bagi Martin Braithwaite. Dia jadi punya ruang di tim utama Barcelona.

Dia kini punya kesempatan menunjukkan kontribusi besar bagi publik Catalan.

Setidaknya Braithwaite ingin melampaui torehan 'cuma' delapan gol sepanjang kariernya di Barcelona, termasuk tujuh gol musim lalu di Blaugrana.

Laga perdana Liga Spanyol Barcelona melawan Real Sociedad menunjukkan sinyal positif tersebut.

"Saya senang dengan dua gol dan assist, silakan Anda bayangkan saja," kata dia.

"Inilah tugas saya, menjadi lebih baik. Saya bekerja keras sepanjang pekan untuk ini. Musim panas yang menyenangkan,".

"Saya mampu mengembalikan kepercayaan diri. Saya merasa bersemangat dan akan terus berkembang sepanjang musim ini," ujarnya dilansir Football-Espana.

Komentar positif publik pun mulai berdatangan ke sosok Braithwaite.

Berbagai komentar bahkan menyebut, setelah era Messi akan muncul era Braithwaite.

"Tanpa Messi, tak masalah! Kami punya Braithwaite. Pemain baru terbaik ada di kota ini," tulis seorang netizen.

Optimisme Ronald Koeman

Meski tidak sepenuhnya mudah, kemenangan tersebut menandai awal yang baik bagi pasukan Ronald Koeman di era pasca-Lionel Messi.

Baca juga: Atlet Ini Lelang Medali Olimpiade untuk Biaya Operasi Seorang Bayi, Tak Menyangka Bisa Kembali Lagi

Baca juga: Komplotan Emak emak Pencopet Ditangkap Polisi, Ini Kriteria Korban dan Tempat Beroperasi

Baca juga: Resep Orak Arik Telur Pedas Manis Menu Sederhana Makan Malam

Berbicara kepada Mundo Deportivo setelah pertandingan, manajer Barcelona Ronald Koeman mengatakan:

“Selalu penting untuk memulai La Liga dengan kemenangan, terutama saat di kandang dan dengan apa yang terjadi belakangan ini. Penting untuk memberikan citra yang baik dan menang dan kami melakukannya dengan baik.

“Di setengah jam pertama kami fantastis dalam permainan dengan bola dan juga dalam pemulihan bola. Kemudian mereka membuatnya sedikit sulit bagi kami, dengan gol pertama Real Sociedad dan gol 3-2, di mana Anda hanya bisa bertepuk tangan, tetapi kami akhirnya menang. Dengan apa yang kami lihat di lapangan, kami bisa bahagia.

“Memang benar bahwa kami telah bekerja keras dalam permainan kami tanpa bola. Kami tahu bahwa dengan bola kami adalah tim yang hebat tetapi kami telah bekerja sangat baik dengan bagaimana kami harus menekan dan jika kami menekan kami harus melakukannya dengan semua orang. Barçelona di setengah jam pertama telah menjadi yang terbaik bagi saya dari beberapa tahun terakhir. Ini adalah cara untuk pergi. ”

Dengan banyak penggemar dan pakar meragukan kemampuan Barcelona sebagai kandidat juara tanpa Lionel Messi musim ini, kemenangan atas Real Sociedad tersebut seolah memberi pengingat akan kualitas Barca, Blaugrana tetap berbahaya bahkan tanpa Messi.

Satu di antaranya karena mereka punya.... Martin Braithwaite! (*)

(Tribunnews/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Siapa yang Akan Mewarisi Nomor 10 Leo Messi? Philippe Coutinho Terdepan untuk Mendapatkannya, 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved