Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Kades Kebonagung Kendal Widodo Minta Maaf Setelah Marahi Polisi yang Bubarkan Pentas Musiknya

Widodo, Kepala Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kendal, Jawa Tengah, yang mengamuk saat polisi membubarkan pentas musik akhirnya meminta maaf.

Editor: rival al manaf
Kompas.com/Istimewa
Petugas Polsek Pegandon membubarkan warga Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal yang nekat menggelar tasyakuran HUT RI dengan panggung hiburan dangdutan, Selasa (17/8/2021) malam. (Tangkapan Layar Video Warga) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Heboh polisi di bentak dan diusir saat membubarkan pentas musik di Kendal berlanjut ke proses hukum.

Meski demikian Widodo, Kepala Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kendal, Jawa Tengah, yang mengamuk saat polisi membubarkan pentas musik telah meminta maaf.

Baca juga: Pemkab Kendal Semprot Kades Kebonagung Widodo Bikin Hiburan Tak Patuh PPKM

Baca juga: Kades di Kendal Mengamuk saat Polisi Bubarkan Acara Pentas Musik, Videonya Viral

Baca juga: Buntut Video Viral Dangdutan saat Syukuran HUT RI, Kades Kebonagung Kendal Minta Maaf ke Polisi

Dia mengaku menyesal atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya.

"Kejadian itu, kami jadikan pembelajaran."

"Saya atas nama pribadi dan masyarakat yang ada di lokasi pentas musik meminta maaf kepada semuanya, termasuk bapak polisi dan petugas Satgas Covid-19," kata Widodo saat dihubungi, Jumat (20/8/2021).

Sebelumnya diberitakan, video perseteruan antara polisi dengan seseorang saat ada pembubaran pentas musik beredar luas di media sosial.

Belakangan diketahui peristiwa itu terjadi di Desa Kebonagung, Kecamatran Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Selasa (17/8/2021) malam.

Polisi yang terlibat perseteruan adalah Kepala Kepolisian Sektor Pegandon AKP Zaenal Arifin.

Sedangkan orang yang berhadapan dengan polisi diduga merupakan Kepala Desa Kebonagung.

Kepala Resor Kendal AKBP Yuniar Ariefianto membenarkan adanya perseteruan tersebut.

Dia mengatakan, pentas musik itu dibubarkan karena berlangsung saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Selain itu, acara tersebut berlangsung tanpa izin dari Satgas Covid-19.

Baca juga: Sinopsis Enter the Wariors Gate Trans TV Pukul 13.30 WIB Gerbang Misterius di Toko Antik

Baca juga: 3 Arti Mimpi Dapat Uang Banyak Ada Makna Baik dan Buruk

Baca juga: Kekejaman Agung pada Pacar Terungkap saat Pra-rekonstruksi, Korban yang Hamil Dibunuh Pelan-pelan

Yuniar menyebutkan, kini sedang berlangsung penyelidikan atas dugaan pelanggaran aturan PPKM dari acara tersebut.

Selain itu, polisi juga akan memeriksa kesehatan orang-orang yang hadir.

“Kami akan melakukan skrining semua warga yang nonton pertunjukan musik,” kata Yuniar, Kamis (19/08/2021). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sempat Ngamuk Saat Pentas Musik di Desanya Didatangi Polisi, Kades Ini Minta Maaf"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved