Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Buntut Video Viral Dangdutan saat Syukuran HUT RI, Kades Kebonagung Kendal Minta Maaf ke Polisi

Kepala Desa Kebonagung, Widodo meminta maaf kepada Kapolsek atas keributan panggung dangdut di malam syukuran HUT RI di desanya.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: moh anhar
Tangkapan Layar Video Warga
Petugas Polsek Pegandon membubarkan warga Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal yang nekat menggelar tasyakuran HUT RI dengan panggung hiburan dangdutan, Selasa (17/8/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Viralnya video kerumunan warga terjadi di Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal saat peringatan HUT ke-76 RI direspons langsung oleh Paguyuban Kepala Desa Bahurekso Kendal.

Paguyuban Kades bersama Kepala Desa Kebonagung, Widodo bergegas menyambangi Polsek Pegandon untuk meminta maaf kepada Kapolsek dan jajarannya pada, Kamis (19/8/2021).

Permintaan maaf didasarkan karena masyarakat Kebonagung nekat menyelenggarakan tasyakuran saat PPKM masih berlangsung.

Selain itu, tampak dalam video seratusan masyarakat membuat kerumunan, dan kebanyakan mereka tidak memakai masker. 

Baca juga: Pengunggah Video Ambulans Ugal-ugalan Minta Maaf, Me‎nyesal Karena Pernah Diantar 10 Kali Gratis ‎

Baca juga: Wisata Resmi di Tegal Masih Tutup, Ada Oknum Buka Wisata Liar dan Punguti Uang Masuk pada Pengunjung

Baca juga: Polisi Temukan Alat Diduga untuk Bunuh 2 Wanita yang Ditemukan di Bagasi, Korban Sempat Dibersihkan

Baca juga: Gadis di Kebumen Dirudapaksa Ayah Kandung sampai Trauma, Sempat Memilih Diam

Permintaan maaf juga didasarkan adanya adu mulut antara kepala desa dengan aparat kepolisian yang dianggap seolah-olah terjadi penentangan aparat desa kepada kepolisian.

Kepala Desa Kebonagung, Widodo mengatakan, apa yang terjadi di masyarakatnya itu adalah bentuk miskomunikasi antara kepala desa dengan pihak kepolisian. 

Widodo pun didampingi Ketua Paguyuban Kepala Desa Bahurekso, Abdul Malik meminta maaf kepada Kapolsek Pegandon, AKP Zaenal Arifin dan jajarannya.

"Saya ke sini (Polsek Pegandon) mau minta maaf atas kejadian kemarin malam. Itu miskomunikasi antara kades dengan pihak kepolisian," terangnya.

Widodo mengaku menyesal atas kejadian itu, karena pada dasarnya kepala desa dan kepolisian sama-sama bertugas sebagai tim Satgas Covid-19.

Terkait awal mula viralnya video itu, Kades Kebonagung menjelaskan, pada awalnya ia tidak tahu jika warganya ada yang menggelar tasyakuran saat PPKM masih berlangsung.

Ia pun mengaku kaget ketika ada salah satu warganya melapor malam itu. 

Sementara, ia tidak pernah mengizinkan apapun kegiatan yang megumpulkan massa sampai PPKM selesai.

"Dari jam 1 siang (hari kejadian,red), saya mengantar warga saya ke Semarang. Pulang Maghrib, sampai Balai Desa sudah Isya, sudah ada tamu. Ada yang izin hajatan bulan depan, saya tidak izinkan. Ada yang lapor hajatan, saya datang ke lokasi, saya lihat ada polisi, tetapi bukan kapolsek atau Bhabinkamtibmas Kebonagung di atas panggung," tuturnya.

Widodo mengaku lihat Bhabinkamtibmas Ngampel Wetan, Sudipayung, dan Dempelrejo di lokasi.

Namun, ia merasa tidak diberitahu soal penegakan aturan terhadap warganya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved