Berita Semarang
Soroti Maraknya Kasus Pembunuhan di Kos, Kapolrestabes Semarang: Waspadai Prostitusi dan Kumpul Kebo
Banyaknya pembunuhan di dalam Kamar kos, belakangan ini, menjadi sorotan Polrestabes Semarang.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Banyaknya kasus pembunuhan di dalam Kamar kos, belakangan ini, menjadi sorotan Polrestabes Semarang.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan Polrestabes Semarang akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk memberikan sosialisasi kepada pengurus RT/RW setempat agar lebih selektif memilah orang yang akan kos di lingkungannya.
Pihaknya ingin agar pemangku wilayah memastikan agar kos tersebut tidak dijadikan tempat prostitusi maupun hidup bersama atau kumpul kebo.
Baca juga: Hubungan Asmara Ditolak Ortu, lalu Hamil di Luar Nikah Jadi Alasan Agung Membunuh Pasangannya
Baca juga: Hidup Bersama di Kos Tanpa Ikatan Suami Istri, Agung Tak Berkenan Pasangannya Hamil di Luar nikah
Baca juga: Kekejaman Agung pada Pacar Terungkap saat Pra-rekonstruksi, Korban yang Hamil Dibunuh Pelan-pelan
"Pada kasus saat ini kos ini dijadikan tempat kumpul kebo. Bahkan sebelumnya dijadikan tempat prostitusi," tuturnya, usai konfrensi pers di Polrestabes Semarang, Minggu (22/8/2021).
Ia berharap kejadian saat ini dapat menjadi pembelajaraan pemilik kos yang ada di Kota Semarang.
Dirinya tidak ingin kejadian itu terulang lagi.
"Ke depan mereka bisa lebih selektif menerima orang yang akan kos," ujar dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kasus-pembunuhan-yang-dilakukan-agung-dwi-saputro-1.jpg)