Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dongeng Malin Kundang Cerita Rakyat Sumatera Barat

Inilah dongeng Malin Kundang cerita rakyat yang berasal dari Sumatera Barat.

Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
permainanbocah.blogspot.com
Inilah dongeng Malin Kundang cerita rakyat yang berasal dari Sumatera Barat. 

Ia tak percaya bahwa perempuan itu adalah ibunya. Sebelum dia sempat berpikir berbicara, istrinya yang cantik itu meludah dan berkata,

“Perempuan jelek inikah ibumu? Mengapa dahulu kau bohong padaku!

Bukankah dulu kau katakan bahwa ibumu adalah seorang bangsawan yang sederajat denganku?!” ucapnya sinis

Mendengar kata-kata pedas istrinya, Malin Kundang langsung mendorong ibunya hingga terguling ke pasir, “Perempuan gila! Aku bukan anakmu!” ucapnya kasar.

Mande Rubayah tidak percaya akan perilaku anaknya, ia jatuh terduduk sambil berkata,

“Malin, Malin, anakku. Aku ini ibumu, Nak! Mengapa kau jadi seperti ini Nak?!”

Malin Kundang tidak memperdulikan perkataan ibunya. Dia tidak akan mengakui ibunya.

la malu kepada istrinya. Melihat perempuan itu bersujud hendak memeluk kakinya, Malin menendangnya sambil berkata,

“Hai, perempuan gila! lbuku tidak seperti engkau! Melarat dan kotor!”

Perempuan tua itu terkapar di pasir, menangis, dan sakit hati.

Orang-orang yang meilhatnya ikut terpana dan kemudian pulang ke rumah masing-masing.

Mande Rubayah pingsan dan terbaring sendiri. Ketika ia sadar, Pantai Air Manis sudah sepi.

Dilihatnya kapal Malin semakin menjauh. Ia tak menyangka Malin yang dulu disayangi tega berbuat demikian.

Hatinya perih dan sakit, lalu tangannya diangkat ke langit. Ia kemudian berdoa dengan hatinya yang pilu,

“Ya, Tuhan, kalau memang dia bukan anakku, aku maafkan perbuatannya tadi.

Tapi kalau memang dia benar anakku yang bernama Malin Kundang, aku mohon keadilanmu, Ya Tuhan!” ucapnya pilu sambil menangis.

Tak lama kemudian cuaca di tengah laut yang tadinya cerah, mendadak berubah menjadi gelap.

Hujan tiba-tiba turun dengan teramat lebatnya.

Tiba-tiba datanglah badai besar, menghantam kapal Malin Kundang.

Lalu sambaran petir yang menggelegar.

Saat itu juga kapal hancur berkeping- keping.

Kemudian terbawa ombak hingga ke pantai.

Esoknya saat matahari pagi muncul di ufuk timur, badai telah reda.

Di pinggir pantai terlihat kepingan kapal yang telah menjadi batu.

Itulah kapal Malin Kundang! Tampak sebongkah batu yang menyerupai tubuh manusia.

Itulah tubuh Malin Kundang anak durhaka yang dikutuk ibunya menjadi batu karena telah durhaka.

Di sela-sela batu itu berenang-renang ikan teri, ikan belanak, dan ikan tengiri.

Konon, ikan itu berasal dari serpihan tubuh sang istri yang terus mencari Malin Kundang. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved