Fokus
Fokus : Ganjar
Ganjar yang berarti hadiah sangat diharapkan bagi rakyat negeri ini. Hadiah yang hadir di masa “sungkowo”, masa kesedihan. Hadiah yang berupa berakhir
Penulis: sujarwo | Editor: Catur waskito Edy
Oleh Sujarwo
Wartawan Tribun Jateng
Ganjar yang berarti hadiah sangat diharapkan bagi rakyat negeri ini. Hadiah yang hadir di masa “sungkowo”, masa kesedihan. Hadiah yang berupa berakhirnya pandemi Covid-19.
Paling bisa diharap, dari Sang Pencipta lah hadiah itu bisa terwujud. Mengingat pandemi ini belum segera purna sejak kasus pasien pertama terinfeksi virus corona diumumkan pada 2 Maret 2020.
Segala daya upaya telah dilakukan untuk penanganan virus ganas itu, baik oleh pemerintah pusat, daerah, swasta, maupun pihak lain.
Toh, hadiah agung itu belum juga hadir. Tapi, layak disyukuri, hadiah-hadiah dalam bentuk lain sudah hadir di masa pandemi. Khusurnya di Jawa Tengah, hadir berupa kepedulian antarsesama lewat program JogoTonggo.
Melalui Instruksi Gubernur Nomor 1 Tahun 2020, dibentuklah Satgas Jogo Tonggo, yang memberdayakan warga hingga wilayah RW. Jogo Tonggo mengedepankan partisipasi aktif warga untuk saling menjaga dari penularan Covid-19.
Jika ada yang terinfeksi virus Corona, warga dapat saling menjaga dengan memberikan perhatian, dan tak memberikan stigma pada mereka yang tertular.
Gayung pun bersambut. Polda Jawa Tengah meluncurkan program Aku Sedulurmu. Program ini untuk membantu anak yatim piatu akibat kehilangan orang tuanya karena Covid-19.
“Jadi anak yatim piatu yang tidak punya bapak tidak punya ibu, kita data di seluruh Jawa Tengah, kita kasih biaya pendidikan SD, SMP dan SMA,” terang Kapolda Jateng Irjen PolAhmad Luthfi.
Tak mau ketinggalam Bupati Batang Wihaji dengan program Nglarisi Dodolan. Tujuannya untuk membantu meningkatkan kembali perekonomian masyarakat di masa pandemi.
Bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda, termasuk BUMD dan BUMN, untuk membeli produk UMKM secara langsung.
Ada lagi, boleh juga termasuk hadiah yang tertuju pada sosok. Ganjar di masa sungkowo itu bernama Sahabat Ganjar. Dukungan kepada Gubernur Jateng untuk maju di Pilpres 2024.
Menurut Ketua Umum Sahabat Ganjar, Leni Handayani, deklarasi Sahabat
Ganjar digelar pada Minggu (22/8/2021) secara virtual secara bersamaan di 34 provinsi dan 51 kota di Indonesia.
Dalam novel Anak Negeri; Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo karya Gatotkoco Suroso, disebutkan anak kelima dari enam bersaudara yang lahir di sebuah desa di lereng Gunung Lawu, Karanganyar itu nama awalnya Ganjar Sungkowo.
Ia dilahirkan dari keluarga sederhana. "Ganjar berarti hadiah dari Sang Pencipta, sedangkan nama belakang ini berhubungan dengan keadaan ketika Ibu mengandungku. Saat itu keluarga kami sedang banyak dirundung kesusahan. Sungkowo sendiri memiliki arti kesedihan," cerita diawal novel itu.
Namun, ketika memasuki masa sekolah, nama Sungkowo diganti dengan Pranowo. "Ibu dan Bapak takut kalau hidupku kelak selalu berkubang kesialan dan kesusahan bila memakai nama Sungkowo."
Lahirnya Sahabat Ganjar memang wajar. Gubernur Ganjar Pranowo kerap menempati posisi teratas dalam survei elektabilitas calon presiden (capres) 2024 yang dilakukan sejumlah lembaga. Menyoal survei dan deklarasi, yang bersangkutan selalu menegaskan,
"Saya konsentrasi urus Jateng, karena tugas saya sebagai gubernur."
Ganjar boleh bilang begitu. Tapi, entah ia atau siapa nanti, rakyat tentu selalu berharap "hadiah" yang lahir dalam pilpres. Hadiah berupa pemimpin yang paling tidak seperti makna angka 51 (kebetulan sama dengan jumlah kota tempat deklarasi tersebut). Dalam Primbon Jawa, angka 5 melambangkan sifat Mars, berani, pantang menyerah, dan angka 1 melambangkan sifat Matahari, bijaksana, pionir. Moga. (*)
Baca juga: Fokus : Saatnya Memperkuat Kuda-kuda
Baca juga: Fadli Imammuddin Fokus Latihan Start dan Konsistensi Kecepatan
Baca juga: Fokus : Terima Kasih Orang Baik
Baca juga: Fokus : Berharap UMKM Lebih Bersinar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sujarwo-atau-pak-jarwo-wartawan-tribun-jateng_20171010_071937.jpg)