Berita Brebes
Apa Itu Geometric Trap? KNKT Beberkan Penyebab Banyak Kecelakaan di Kretek Brebes
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut Flyover Kretek Brebes bukan salah desain melainkan ada Geometric Trap.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
"Sebelumnya jalur penyelamat diisi pasir yang bisa mengeras jika terkena air hujan," ucapnya.
Ia menjelaskan, jalur penyelamat baru ini terbukti sangat efektif dalam mereduksi energi kinetik truk yang mengalami rem blong.
Maka semua truk yang mengalami rem blong saat melalui jalan menurun dapat masuk dengan mudah ke jalur penyelamat tanpa mengalami kerusakan yang signifikan.
Ia menambahkan, KNKT sudah berulangkali menyampaikan di beberapa event agar jalur penyelamat di Flyover Kretek dapat dijadikan lesson learned (sari pengalaman).
Sekaligus referensi untuk membangun jalur penyelamat, baik dari lebar, jalan masuk, sudut masuk, slope maupun isi jalur penyelamat.
Meski demikian, lanjutnya, akhir-akhir ini terdapat dua kecelakaan rem blong lagi yang mana pengemudi mengalami rem blong sesudah jalur penyelamat pertama.
"Untuk itu ke depan BPJN akan membuat jalur penyelamat baru di antara dua jalur penyelamat yang sudah ada untuk meminimalisir fatalitas jika terjadi rem blong," tuturnya.
Ia mengatakan, semua jalan menurun panjang di Indonesia yang jumlahnya cukup banyak selalu menimbulkan hidden hazard berupa energi potensial yang sangat tinggi jika pengemudi mengurangi kecepatan dengan cara mengerem.
Baik dengan rem utama maka akan berisiko terjadi brakefading atau rem blong, hidden hazard ini menjadi geometric trap bagi pengemudi yg tidak memahami cara mengemudi di jalan menurun.
Untuk itu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah untuk menyampaikan edukasi kepada pengemudi.
Terutama bagaimana menggunakan prosedur mengemudi kendaraan besar di jalan menurun.
Baginya, hal itu sangat penting dan urgent lantaran semua jalan menurun panjang di Indonesia memiliki bahaya tersembunyi.
Bahaya itu hanya bisa dihindari jika pengemudi menggunakan prosedur mengemudi yang baik dan benar sesuai teknologi otomotif yang telah dipersiapkan.
"Untuk mengatasi hidden hazard pada jalan menurun panjang ini, mitigasi yang paling efektif adalah dengan cara melakukan edukasi secara masif kepada pengemudi kendaraan besar bagaimana prosedur mengemudi di jalan menurun," tegasnya.
Di sisi lain, Kemenhub didukung oleh personil TNI dan POLRI menyelenggarakan operasi penegakan hukum di UPPKB Ajibarang dengan landasan hukumnya Peraturan Menteri Perhubungan ( Permenhub ) Nomer 6 Tahun 2019 tentang Pengaturan Lalu Lintas Di Ruas Jalan Nasional Ajibarang - Prupuk mulai Jumat (20/8/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kecelakaan-truk-kretek-brebes.jpg)