Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Paralimpiade Tokyo

Widi Ukir Sejarah Parapowerlifting Indonesia di Paralimpiade

Atlet parapowerlifting Indonesia, Ni Nengah Widiasih, sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020, Kamis (26/8/20

Tayang:
VERDY HENDRAWAN/JUARA.net
Atlet angkat besai Ni Nengah Widiasih memamerkan medali perunggu yang diperolehnya pada Paralimpik 2016 Rio di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (21/9/2016) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, TOKYO --  Atlet parapowerlifting Indonesia, Ni Nengah Widiasih, sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020, Kamis (26/8/2021). 

Gadis ini sejak SD menyukai olahraga. Kemudian iseng coba angkat berat yang kemudian justru dilirik oleh pelatih. Sejak 2007 ditarik ke Pelatnas di Solo. Dan kini berhasil persembahkan medali perak di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

Ni Nengah Widiasih mengukir sejarah seusai meraih medali perak Paralimpiade Tokyo 2020. Ni Nengah Widiasih yang merupakan atlet parapowerlifting (angkat berat) sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia.

Keberhasilan itu diraih Ni Nengah Widiasih setelah meraih peringkat kedua pada kelas 41 kg putri dalam pertandingan di Tokyo International Forum, Kamis (26/8/2021) siang WIB.

Atlet yang akrab disapa Widi itu memastikan medali perak setelah mencatatkan angkatan terbaik 98 kg. Dalam pertandingan ini, 10 atlet parapowerlifting memiliki tiga kali kesempatan untuk melakukan angkatan. Widi sukses menyelesaikan percobaan pertama dengan angkatan 96 kg.

Namun, dia tak berhasil melakukan angkatan 98 kg pada kesempatan kedua. Widi baru berhasil melakukan angkatan 98 kg pada percobaan terakhir.

Hasil itu kemudian membawa Ni Nengah Widiasih finis di urutan kedua di belakang atlet China Guo Lingling yang mencatatkan angkatan terbaik 108 kg. Adapun medali perunggu menjadi milik Clara Sarahy Fuentes Monasterio (Venezuela) dengan angkatan terbaik 97 kg.

Keberhasilan ini membuat Ni Nengah Widiasih berhasil meraih medali dalam dua edisi Paralimpiade beruntun. Sebelumnya, Widi membawa pulang medali perunggu di Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.

Berkat hasil ini, Widi juga mengukir sejarah sebagai atlet parapowerlifting pertama Indonesia yang meraih medali perak pada ajang Paralimpiade.

Adapun Indonesia total mengirimkan 23 atlet ke Paralimpiade Tokyo 2020 yang terdiri dari tujuh cabang olahraga (cabor). Selain powerlifting, Merah Putih mengirimkan wakilnya di cabor atletik, bulu tangkis, tenis meja, renang, menembak, dan balap sepeda.

Ucapan Selamat

Presiden Jokowi memberikan selamat kepada Ni Nengah Widiasih yang sukses meraih medali perak Paralimpide Tokyo 2020. Keberhasilan Ni Nengah Widiasih meraih medali perak sekaligus melampui target yang semula diharapkan membawa pulang perunggu.

"Kabar baik datang dari ajang Paralimpiade Tokyo 2020 siang ini," tulis Presiden Jokowi via akun Twitter resminya. "Atlet angkat berat Ni Nengah Widiasih meraih medali pertama untuk Indonesia dengan merebut medali perak di kelas 41 kg putri. Selamat kepada Ni Nengah Widiasih."

Sejak Kelas 4 SD

Widi sapaan akrab Ni Nengah Widiasih sudah menggeluti dunia atlet sejak SD. Perempuan asal Bali itu cerita awalnya dia menyukai olahraga sejak dia duduk di bangku 4 SD. Widi hanya iseng untuk mengikuti olahraga balap atletik.

Tak disangka, Widi berhasil mengikuti kejuaraan seperti Pekan Olahraga Pelajar Cacat (Popcat) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Tidak lama kemudian, Widi fokus ke cabor angkat berat.

"Dulu aku cuma ikut-ikutan kakak saja. Kebetulan saat itu lingkunganku memang atlet angkat besi, angkat berat, gitu. Sampai pelatihnya melihatku dan dilatihnyalah," kata Widi.

Ikut perlombaan, sampai dapat juara dan medali emas pertama kali di Kejurnas 2006. "Tahun 2007 langsung ditarik masuk pelatnas di sini, di Solo,” ujarnya. (kompas.com)

Baca juga: Larisi Warung Makan, Polsek Sidorejo Salatiga Canangkan Jumat Makan di Warung Tetangga

Baca juga: Gerbang Tol Pekalongan Dibuka, Bupati Pekalongan Fadia Berharap Perekonomian Meningkat

Baca juga: Tiga Hari Tidak Keluar Rumah Suratmi Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Baca juga: Bupati Karanganyar Sebut Vaksin Itu Gratis, Tidak Boleh Dibebankan Kepada Karyawan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved