Breaking News:

Berita Karanganyar

Bupati Karanganyar Sebut Vaksin Itu Gratis, Tidak Boleh Dibebankan Kepada Karyawan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menegaskan bahwa vaksinasi itu gratis dan tidak boleh membebankan biaya kepada karyawan apabila ada perusahaan

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono menegaskan bahwa vaksinasi itu gratis dan tidak boleh membebankan biaya kepada karyawan apabila ada perusahaan yang menggelar vaksinasi. 

Sebelumnya ada postingan di media sosial yang berisi keterangan, "Min .. pengen curhattt..mosok pabrik ku ngadakne vaksin tapi bayar 50K  per orang.. emang umum yo min ngno kui? Bukane vaksin kui gratis?...D share min ben pak ganjar moco ..rakyat e lagi d peress wong nduwuran.". Postingan tersebut diunggah di akun media sosial infowongkaranganyar_iwk pada Kamis kemarin. 

Ketua Apindo Karanganyar, Edy Dharmawan menyampaikan, tidak tahu apakah netizen yang membuat postingan itu bekerja di perusahaan yang menjadi anggota Apindo Karanganyar. 

Hingga saat ini belum ada informasi dari anggota Apindo terkait postingan di media sosial tersebut. 

"Saya tidak tahu, itu anggota saya apa bukan," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (27/8/2021). 

Edy menuturkan, sepengetahuannya hingga saat ini belum ada perusahaan yang tergabung dalam Apindo, menggelar vaksinasi gotong royong.

Sejak adanya program vaksin gotong royong sebelumnya, memang ada beberapa perusahaan yang mendaftar dalam program tersebut. 

Akan tetapi karena biaya dinilai mahal, akhirnya pihak perusahaan yang sebelumnya mendaftar dalam program tersebut lantas mengundurkan diri. 

"Dengan adanya vaksinasi massal, teman-teman lebih memanfaatkan itu. Serbuan vaksin," ucapnya. 

Dia menjelaskan, sepengetahuannya hingga saat ini vaksinasi itu gratis.

"Kalau kita dari Apindo tidak pernah menyarankan dan tidak pernah memberikan gambaran perusahaan harus memungut dari karyawan. Kita sama sekali tidak pernah," jelasnya. 

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, akan menindak apabila ada perusahaan yang memungut iuran terhadap karyawan kaitannya dengan kegiatan vaksinasi.

"Tidak boleh. Karena kewajiban memvaksin karyawan itu tanggung jawab perusahaan. Buruh, karyawan tidak boleh dibebani seperti itu," terangnya. 

Dia menuturkan, vaksinasi itu gratis diberikan kepada semua warga Indonesia. Apabila ada masyarakat yang mendapati ada karyawan yang dipungut iuran untuk vaksinasi silahkan melaporkan ke Pemkab Karanganyar.

"Kalau perusahaan-perusahaan itu kewajibannya memvaksin karyawan, buruh, biayanya yang menanggung perusahaan, tidak boleh dibebankan kepada karyawannya. Itu Keliru. Dia dapat (vaksin) dari manapun, tanggung jawabnya perusahaan," pungkasnya. (Ais).

Baca juga: Persiapan Hadapi Liga 2, Persijap Jepara Akan Mulai Gelar Latihan

Baca juga: Jadi Buronan Kasus Korupsi, Mantan Petinggi di Jepara Ditangkap di Situbondo

Baca juga: Antusiasme Tinggi Warga Dua Kecamatan saat Jembatan Plipiran Banjarnegara Diresmikan

Baca juga: Bu Lurah yang Dipukul Oknum Babinsa Tolak Mediasi, Ini Poin Perdamaian yang Dipermasalahkan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved