Mom N Kid
Menghindarkan Anak-anak Kecanduan Main Game Online di Era Digital, Begini Tips Buat Orangtua
Pada era serbadigital seperti sekarang, sepertinya cukup sulit mencegah anak dari paparan kecanggihan teknologi.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM – Pada era serbadigital seperti sekarang, sepertinya cukup sulit mencegah anak dari paparan kecanggihan teknologi.
Apalagi di tengah situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sekarang ini yang memungkinkan anak-anak bakal lebih intensif dalam berselancar internet melalui gadgetnya karena tak bisa pergi ke mana-mana.
Kondisi itu belum lagi ditambah dengan rutinitas sekolah daring, yang tentu membuat mata sang buah hati kian lekat dengan layar gadget.
Salah seorang ibu, Sumiyati mengaku, fenomena seperti ini memang sulit dihindari.
Baginya, memaksakan anak untuk tidak menggunakan gadget pun merupakan keputusan yang kurang tepat.
"Ya, sekarang serbaterkoneksi dengan internet. Terus sekarang juga sekolah pakai internet dengan instrumennya pada gadget, seperti HP, tablet, atau laptop. Kalau anak tidak dikenalkan alat-alat itu, bahkan dilarang menggunakannya, anak pasti bakal tertinggal jauh. Anak tidak bisa mengikuti sistem. Jadinya gagap teknologi alias gaptek," ungkap ibu berusia 43 tahun ini.
Menyikapi era digital ini, sebetulnya Sumiyati tak lagi ambil pusing.
Namun, ia selalu berpesan kepada sang anak agar menggunakan gadget seperlunya saja.
Baca juga: Shin Tae-yong dan Simon McMenemy Saksikan Bersama Laga Bhayangkara FC vs Persiraja
Baca juga: Puskesmas Gemuh II Vaksinasi 18 ODGJ di Pucangrejo Kendal
Baca juga: Jumlah Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Pekalongan Terdata 13.808 Unit
Maksudnya, kata dia, jangan sampai aktivitas lain menggunakan gawai, seperti bermain game online ataupun streaming video ini, justru mengganggu kegiatan utama sehari-hari.
Misalkan, membuat anak jadi tidak fokus belajar daring, lalai salat lima waktu, atau sampai lupa makan.
Itulah yang tak diinginkan Sumiyati kepada kedua anak-anak lakinya.
Arahan itu, bagi Sumiyati, sudah tidak begitu susah diterapkan, mengingat kedua anaknya kini sudah beranjak besar.
Anak pertama Sumiyati saat ini sudah berada di bangku SMP, sedangkan anak kedua di kelas 5 SD.
"Main game online dan nonton Youtube boleh, asalkan jangan sampai mengganggu aktivitas utama. Jangan sampai lupa kewajiban dan jangan sampai lupa bermain sama teman-temannya. Mereka jangan sampai kurang pergaulan karena keasyikan sama gadgetnya. Intinya, kudu seimbang dan tidak berlebihan agar mata mereka tidak terlalu sering terpapar layar," ujar warga Gajahmungkur, Kota Semarang ini.
Sikap tak jauh berbeda juga ditunjukkan Ambar Puspitasari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pecinta-game-semerang.jpg)