Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Resnsi Buku

Resensi Buku Karya KH Husein Muhammad: Kemuliaan Perempuan dalam Koridor Islam

Perempuan, terlebih ketika telah menjadi seorang ibu, memiliki jasa yang begitu besar bagi kita semua. Dia telah mengandung, melahirkan, dan mengasuh.

Tayang:
Editor: moh anhar
Dokumentasi
Cover Buku Islam; Cinta, Keindahan, Pencerahan, dan Kemanusiaan, Karya Penulis KH Husein Muhammad 

TRIBUNJATENG.COM - Agama Islam menjunjung tinggi martabat kaum perempuan.

Hal ini dapat dimaklumi karena perempuan, terlebih ketika telah menjadi seorang ibu, memiliki jasa yang begitu besar bagi kita semua.

Dia telah mengandung, melahirkan, dan mengasuh kita hingga besar dengan segala susah payah yang seolah tak dirasakannya.

Tanpa sosok perempuan, kita tentu tak akan terlahir ke dunia ini.

Perempuan memang memiliki peran penting yang tak bisa diabaikan. Apalagi sampai dipandang sebelah mata.

Buku ini Islam; Cinta, Keindahan, Pencerahan, dan Kemanusiaan menjelaskan, secara lebih khusus, Nabi Muhammad Saw menekankan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap perempuan sebagai ibu.

Baca juga: Avsec Bandara Semarang Amankan 2 Penumpang Positif Covid, Endingnya Dijemput Tim Medis

Baca juga: Temuan Pelanggaran TWK, Samad: Pelemahan dari Dalam Berbahaya

Beberapa kali Allah Swt memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada mereka.

Dalam pandangan Islam, ibu merupakan sumber dan poros kehidupan.

Kebahagiaan dan masa depan umat manusia ada di genggaman tangannya.

Bicara sosok ibu, Syekh Muhammad al-Ghazali menyampaikan kata-kata yang begitu indah: “Seorang ibu adalah semilir angin sejuk yang mengembuskan napas kedamaian dan kasih sayang ke seluruh ruang kehidupan. Ia sangat berpengaruh dalam pembentukan manusia yang baik” (halaman 213).

Potensi Kemanusiaan

Buku Islam; Cinta, Keindahan, Pencerahan, dan Kemanusiaan ini menegaskan bahwa sebagai manusia, perempuan memiliki seluruh potensi kemanusiaan sebagaimana yang dimiliki laki-laki.

Dengan kata lain, sebagaimana halnya laki-laki, perempuan memiliki kekuatan fisik, akal pikiran, kecerdasan intelektual, kepekaan spiritual, hasrat seksual, dan sebagainya.

Potensi-potensi kemanusiaan ini diberikan Tuhan kepada semua manusia yang hidup di mana pun dan kapan pun sebagai prasyarat menjalankan amanat Tuhan, yakni mengelola dan memakmurkan bumi manusia dan alam.

Dengan beragam potensi tersebut, kaum perempuan mampu menyelesaikan berbagai problem sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya yang terkait dengan kehidupan manusia.

Atas dasar itu pula, perempuan mempunyai hak untuk memilih dan dipilih, memimpin dan dipimpin, berpolitik praktis, berinteraksi, bertransaksi secara ekonomi, berpartisipasi, berorganisasi, berekspresi, memutuskan, dan menentukan arah sejarah kehidupan manusia (halaman 202).

Muslim al-Hajjaj dalam Shahih Muslim menjelaskan, dalam aspek ekonomi, perempuan dalam seluruh sejarah sosial memiliki peran yang sangat signifikan, baik untuk keluarganya sendiri maupun masyarakat.

Baca juga: Mobil Rombongan Guru SMKN 3 Tegal Kecelakaan di Petungkriyono, Empat Orang Luka-luka

Baca juga: Video Indahnya Puluhan Jenis Ikan Koi Koleksi Liberty Koi Mart

Pada masa Nabi Muhammad Saw, pernah ada orang yang melarang perempuan bekerja di kebun kurma miliknya. Nabi justru membela perempuan itu dan memberikan kesempatan kepadanya untuk bekerja.

Beliau bersabda, “Petiklah buah kurmamu itu agar kamu bisa bersedekah dan berbuat baik kepada orang lain.”

Kisah tentang perempuan yang bekerja untuk keluarga juga pernah diuraikan oleh Ibnu al-Atsir dalam Usd al-Ghabah Juz V, bahwa suatu hari seorang perempuan pemilik dan manajer pabrik, Rithah binti Abdullah, menemui nabi dan mengatakan, “Nabi, aku seorang perempuan pengusaha yang cukup sukses, suamiku miskin dan anak-anakku tak bekerja. Apakah aku bisa menafkahi mereka?” Nabi menjawab, “Laki fii dzaalika ajru maa anfaqti ‘alaihim (kamu memperoleh pahala dari apa yang kamu berikan kepada mereka)”.

Demikianlah, betapa dalam Islam perempuan tak dibedakan dari laki-laki. Partisipasi mereka menjangkau seluruh dimensi kehidupan.

Diktum-diktum Islam telah memberikan ruang bagi perempuan, sebagaimana juga laki-laki, untuk menjalani peran-peran politik/publik untuk menjadi cerdas dan terampil, serta untuk memberi manfaat bagi kehidupan manusia (halaman 210).

Bukan hanya tema tentang perempuan yang dibahas penulis dalam buku ini.

Tema-tema lain yang layak dibaca dan renungi misalnya tentang syariat yang menjadi suatu jalan bagi para manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tentang pentingnya menghormati dan bekerja sama dengan orang-orang yang berbeda keyakinan (agama) dengan kita, dan lain sebagainya.

Menurut saya, buku ini penting dijadikan sebagai bacaan yang mencerahkan sekaligus membantu memperluas sudut pandang kita dalam memandang segala sesuatu. (Sam Edy Yuswanto, penulis lepas mukim di Kebumen)

Judul Buku : Islam; Cinta, Keindahan, Pencerahan, dan Kemanusiaan

Penulis : KH Husein Muhammad

Penerbit : Ircisod Yogyakarta

Cetakan : I, 2021

Tebal : 296 halaman

ISBN : 978-623-6166-64-2

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved