Berita Tegal
Menikmati Lukisan Karya Perempuan Perupa Pantura, Bernarasi Hidup dan Sarat Makna
Perempuan Perupa Pantura, menjadi tajuk utama dalam pameran seni rupa hasil lokakarya yang diselenggarakan oleh Spasi Creative Space Tegal
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Perempuan Perupa Pantura, menjadi tajuk utama dalam pameran seni rupa hasil lokakarya yang diselenggarakan oleh Spasi Creative Space Tegal.
Tiga kata itu ditulis dengan huruf kapital berwarna merah pada spanduk di depan ruang pameran.
Bukan tanpa alasan.
Karena sebanyak 13 karya seni yang dipamerkan merupakan buah tangan para perempuan di Pantura Kota Tegal.
Mereka bukan profesional maupun ahli di bidangnya. Melainkan sekelompok perempuan yang sehari-harinya beraktivitas sebagai ibu rumah tangga dan pelajar.
Meski begitu karya-karya mereka cukup sarat makna.
Berbagai isu diangkat, di antaranya isu lingkungan, ekofeminisme, gender, dan ketokohan perempuan.
Seperti karya Salamatul Mufidah dengan judul ‘Ibu Pertiwi’ yang menggambar sosok perempuan hamil yang secara perlahan tubuhnya mulai meleleh. Karya itu merespon terjadinya krisis iklim akibat keserakahan manusia terhadap bumi.
Karya-karya tersebut dapat dinikmati di Spasi Creative Space Jalan Sawo Barat No 46, Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.
Perupa senior di Tegal, Wowok Legowo mengatakan, karya-karya yang dipamerkan oleh Perempuan Perupa Pantura tersebut, bukan hanya sekedar lukisan dan gambar. Tetapi juga memiliki makna simbolik dan narasi yang hidup.
Artinya karya-karya itu dapat menggedor otak, bukan hanya sekeder menampilkan kenikmatan mata.
“Saya lihat dari awal mereka mengajukan narasi apa yang mau dibuat. Saya bisa menangkap bahwa mereka memiliki pemikiran yang bagus. Artinya bukan sekedar menggambar,” kata Wowok yang juga merupakan Ketua Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Tegal (DKT), kepada tribunjateng.com, Minggu (29/8/2021).
Wowok mengatakan, karya yang dihasilkan oleh 13 perempuan tersebut juga kaya dalam ide dan gagasan.
Karena mereka berangkat dari kegelisahan dalam kehidupan sehari-hari.
Ada yang berlatar belakang ibu rumah tangga, yang tentunya memiliki berbagai persoalan.